Menurut studi terbaru, teratur sarapan sereal setiap hari ternyata berhubungan dengan berat badan yang sehat untuk anak. Namun kenyataannya 1 dari 4 anak di Amerika masih hidup dalam aturan bahwa sarapan tidak harus secara dilakukan.
"Sereal merupakan pilihan untuk sarapan yang sangat baik, simpel, dan memiliki nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak-anak, khususnya anak-anak berpenghasilan rendah, yang cenderung memiliki masalah kesehatan," ujar pemimpin penelitian Dr Lana Frantzen, yang bekerja di Dairy MAX, sebuah dewan perusahaan susu regional di Grand Prairie, Texas.
Studi sebelumnya telah menghubungkan sarapan dengan menjaga Indeks Massa Tubuh (IMT) yang rendah dari waktu ke waktu. Studi baru melihat peran bahwa sarapan, khususnya dengan seral, memiliki peran dalam berat badan dan nutrisi dalam lingkup anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mereka masih kelas 4, 64% menyatakan mereka sarapan setiap hari, sedangkan hanya 42% saja yang sarapan setiap hari saat mereka sudah naik kelas 6.
Dari data 3 hari/tahun selama 3 tahun, total 9 hari, peneliti menemukan bahwa anak-anak yang sarapan sereal selama 4 hari dari 9 hari cenderung berada di persentil ke 95 IMT, yang dianggap sebagai kelebihan berat badan. Sedangkan anak-anak yang mengonsumsi sereal sebagai menu sarapan selama 9 hari penuh, hasil pengukurannya berada di persentil ke 65 IMT, yang dianggap berat badannya normal.
32% murid kelas 4 tidak sarapan sama sekali, 25% sarapan dengan menu lain selain sereal, dan sekitar 43% sarapan dengan sereal.
Sereal merupakan menu sarapan yang paling umum. Anak-anak yang sarapan namun tidak dengan sereal dilaporkan biasanya memiliki menu sarapan lain seperti telur mata sapi, roti, dll.
Tim peneliti Frantzen melaporkan di Journal of Academy of Nutrition and Diabetics, hanya 70% yang memiliki menu sereal 3 hari sekali, tetapi dalam setiap mereka mengonsumsi sereal, pemasukan nutrisi mereka lebih tinggi dibandingkan anak lainnya.
Anak-anak yang mengonsumsi sereal mendapatkan vitamin D, B3, B12, riboflavin, kalsium, zat besi, adn potassium lebih banyak dibandingkan dengan yang makan sedikit sereal atau bahkan yang tidak sama sekali.
"Sereal diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral, dan dikombinasikan dengan susu akan menjadi sumber kalsium, pottasium, dan vitamin D yang sangat baik," lanjut Frantzen, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (12/4/2013).
"Saya rasa ini adalah sebuah kemajuan pengetahuan yang sangat baik secara keseluruhan tentang pentingnya sarapan," ujar Dr. Matthew Haemer, Direktur Nutrisi dan Fitness di Children's Hospital Colorado, Aurora.
Hasil studi menunjukkan ada hubungan antara sereal dan IMT, namun masih belum diketahui bagaimana prosesnya. Haemer merekomendasikan orangtua untuk memilih sereal sebagai menu sarapan yang cepat, mudah, dan berserat tinggi, serta rendah lemak.
(up/up)










































