Diet Mediterania Tak Mencegah, Tapi Bisa Menunda Pikun

Diet Mediterania Tak Mencegah, Tapi Bisa Menunda Pikun

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 02 Mei 2013 08:03 WIB
Diet Mediterania Tak Mencegah, Tapi Bisa Menunda Pikun
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Diet Mediterania telah lama diketahui manfaatnya bagi pasien diabetes, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, Alzheimer hingga kematian. Namun sebuah studi baru menemukan diet ini juga dapat menunda penurunan daya ingat atau demensia yang kerap terjadi seiring dengan pertambahan usia seseorang.

Pola makan yang kaya akan minyak zaitun, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, ikan dan rendah lemak jenuh ini diketahui mengandung antioksidan tinggi serta asam lemak tak jenuh seperti omega-3 yang memberikan dampak positif terhadap jantung dan otak.

"Karena tak ada metode pengobatan definitif bagi kondisi serius ini, maka faktor yang dapat dimodifikasi dan menunda munculnya gejala-gejala demensia atau kepikunan seperti pola makan ini menjadi sangat penting," tandas ketua tim peneliti, Dr. Georgios Tsivgoulis dari University of Alabama, Birmingham, Inggris dan University of Athens, Yunani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengumpulkan data pola makan dari 17.478 orang keturunan Afro-Amerika dan Kaukasia dengan usia rata-rata 64 tahun. Partisipan juga diberi sejumlah tes untuk mengukur kemampuan berpikir dan daya ingat mereka selama periode studi yaitu empat tahun.

Hasilnya, tujuh persen partisipan dilaporkan mengalami gangguan kemampuan berpikir dan daya ingat selama berlangsungnya studi. Tapi partisipan sehat dan mempunyai pola makan yang mendekati diet Mediterania mengalami pengurangan risiko penurunan kemampuan kognitif sebesar 19 persen.

Kendati begitu, pola makan ini tidak terbukti dapat mengurangi risiko penurunan kognitif pada partisipan yang juga pasien diabetes. Peneliti percaya hal ini karena penyakit gula ini menyebabkan kerusakan pada otak melalui peningkatan kadar insulin maupun hipoglikemia, yang tak dapat dicegah atau ditanggulangi oleh perubahan pola makan semata.

Selain itu, tak terbukti jika seseorang yang mengalami penurunan kognitif akan mengalami pemulihan hanya dengan mengganti pola makannya dan beralih ke diet Mediterania. Hanya saja beberapa studi sebelumnya telah memastikan diet ala orang Yunani ini dapat memberikan perlindungan pada otak dan mencegah penurunan kognitif lebih jauh.

"Namun yang tak kalah penting, ini hanyalah salah satu dari beberapa komponen gaya hidup penting yang dapat memainkan peran penting dalam menjaga fungsi kognitif seseorang di usia senja. Olahraga, mencegah obesitas, tidak merokok dan rajin mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi kondisi seperti diabetes dan hipertensi juga penting," pungkas Tsivgoulis seperti dilansir Foxnews, Kamis (2/5/2013).

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Neurology.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads