Lakukan 6 Cara ini Agar Lemak Tubuh Terbakar Lebih Cepat

Lakukan 6 Cara ini Agar Lemak Tubuh Terbakar Lebih Cepat

- detikHealth
Selasa, 28 Mei 2013 15:32 WIB
Lakukan 6 Cara ini Agar Lemak Tubuh Terbakar Lebih Cepat
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta -

1. Interval training

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Interval training adalah berolahraga dengan meningkatkan intensitas lewat jeda tertentu, misalnya mengayuh sepeda lebih cepat tiap 10 menit sekali, atau menambah kecepatan lari tiap kali melewati pot bunga. Efeknya, intensitas olahraga akan menigkat drastis.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology menemukan bahwa setelah menjalani interval training, jumlah lemak yang dibakar dalam 1 jam meningkat sebesar 36% dibanding berolahraga biasa.

2. Membagi waktu berolahraga

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Tak punya waktu untuk berolahraga? Bisa diakali dengan membaginya dalam 2 sesi masing-masing 20 menit. Pelaksanaannya bisa dilakukan terserah sepanjang hari. Efeknya terkadang bisa lebih efektif daripada menghabiskan waktu sejam penuh di gym karena metabolisme tubuh akan bangkit selama 1-2 jam setelah berolahraga.

3. Menenangkan pikiran

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Stres dapat memicu penumpukan lemak perut. Salah satu penelitian dari University of California mengenai kortisol menyebutkan bahwa stres dapat meningkatkan nafsu makan dan memicu penyimpanan lemak di sekitar perut.

Cara terbaik untuk melawan stres adalah dengan menurunkannnya. Carilah kegiatan yang menyenangkan untuk menurunkan tingkat stres. Beberapa kegiatan yang terbukti mengurangi stres adalah yoga atau berjalan-jalan dengan teman.

4. Lakukan olahraga baru

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Tantang diri sendiri dengan melakukan olahraga yang baru dan belum pernah dicoba sebelumnya. Walaupun bagi seorang yang terbiasa berolahraga lari, aktivitas baru akan membuat otot bekerja dengan cara baru. Efeknya akan mengejutkan tubuh sehingga membuatnya bekerja lebih keras.

5. Angkat beban

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Seminggu sekali, cobalah berlatih angkat beban lebih berat dari biasanya. Ketika mengangkat beban lebih berat, otot-otot tubuh tertantang dan akan menghasilkan massa otot yang lebih ramping dan kuat.

Jika olahraga kardio membakar kalori hanya selama berolahraga, maka olahragaa otot akan membakar lebih banyak kalori selama 24 jam setelah berolahraga. Angkat beban juga akan membakar jaringan lemak secara eksklusif, sedangkan cardio hanya membakar lemak pada beberapa otot tertentu.

6. Tidur

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Kurang tidur bisa meningkatkan kadar hormon stres, insulin dan membuatnya lebih sulit memproses karbohidrat sepanjang hari, demikian kesimpulan penelitian dari University of Chicago. Tidur adalah waktu untuk mengisi ulang baterai yang menjalankan metabolisme tubuh. Sebaiknya tidur minimal 6 jam di malam hari agar lebih segar dan siap di pagi hari.
Halaman 2 dari 7
Interval training adalah berolahraga dengan meningkatkan intensitas lewat jeda tertentu, misalnya mengayuh sepeda lebih cepat tiap 10 menit sekali, atau menambah kecepatan lari tiap kali melewati pot bunga. Efeknya, intensitas olahraga akan menigkat drastis.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology menemukan bahwa setelah menjalani interval training, jumlah lemak yang dibakar dalam 1 jam meningkat sebesar 36% dibanding berolahraga biasa.

Tak punya waktu untuk berolahraga? Bisa diakali dengan membaginya dalam 2 sesi masing-masing 20 menit. Pelaksanaannya bisa dilakukan terserah sepanjang hari. Efeknya terkadang bisa lebih efektif daripada menghabiskan waktu sejam penuh di gym karena metabolisme tubuh akan bangkit selama 1-2 jam setelah berolahraga.

Stres dapat memicu penumpukan lemak perut. Salah satu penelitian dari University of California mengenai kortisol menyebutkan bahwa stres dapat meningkatkan nafsu makan dan memicu penyimpanan lemak di sekitar perut.

Cara terbaik untuk melawan stres adalah dengan menurunkannnya. Carilah kegiatan yang menyenangkan untuk menurunkan tingkat stres. Beberapa kegiatan yang terbukti mengurangi stres adalah yoga atau berjalan-jalan dengan teman.

Tantang diri sendiri dengan melakukan olahraga yang baru dan belum pernah dicoba sebelumnya. Walaupun bagi seorang yang terbiasa berolahraga lari, aktivitas baru akan membuat otot bekerja dengan cara baru. Efeknya akan mengejutkan tubuh sehingga membuatnya bekerja lebih keras.

Seminggu sekali, cobalah berlatih angkat beban lebih berat dari biasanya. Ketika mengangkat beban lebih berat, otot-otot tubuh tertantang dan akan menghasilkan massa otot yang lebih ramping dan kuat.

Jika olahraga kardio membakar kalori hanya selama berolahraga, maka olahragaa otot akan membakar lebih banyak kalori selama 24 jam setelah berolahraga. Angkat beban juga akan membakar jaringan lemak secara eksklusif, sedangkan cardio hanya membakar lemak pada beberapa otot tertentu.

Kurang tidur bisa meningkatkan kadar hormon stres, insulin dan membuatnya lebih sulit memproses karbohidrat sepanjang hari, demikian kesimpulan penelitian dari University of Chicago. Tidur adalah waktu untuk mengisi ulang baterai yang menjalankan metabolisme tubuh. Sebaiknya tidur minimal 6 jam di malam hari agar lebih segar dan siap di pagi hari.

(pah/up)

Berita Terkait