Senin, 24 Jun 2013 07:56 WIB

Suplemen Kesehatan Justru Membahayakan Tubuh?

- detikHealth
ilustrasi (Foto: ThinkStock)
Jakarta - Untuk menunjang stamina tubuh dalam menjalankan aktivitas, tak jarang orang mengonsumsi suplemen. Tapi yang perlu Anda ketahui, di balik 'manfaat'nya, suplemen ternyata bisa membahayakan tubuh.

Seorang dokter di AS, Dr Paul Offit mengatakan bahwa suplemen kesehatan hanya sedikit memberi manfaat bagi tubuh. Sebab suplemen justru membawa risiko kesehatan.

"Ketika Anda mengonsumsi vitamin lima hingga sepuluh kali lipat, di luar batas yang direkomendasikan, maka Anda berisiko terkena serangan jantung, kanker, dan hidup dalam waktu lebih singkat," jelas Offit kepada CBS This Morning.

Dr Offit juga menambahkan ia sering melihat iklan televisi yang mengatakan bahwa kandungan vitamin C pada suplemen kesehatan setara dengan dua galon jus jeruk. "Konsumsi multivitamin seperti suplemen memang tak ada salahnya, tapi itu juga tak membantu tubuh kita," jelas Dr Offit seperti dilansir Daily Mail, Senin (24/6/2013).

Tak hanya itu, terdapat hal yang menurut Dr Offit jauh lebih baik dibanding mengonsumsi pil suplemen tubuh. Bagi ibu hamil, ia merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti kacang hijau agar bayi terhindar dari Spina Bifida. Spina Bifida adalah kondisi cacatnya tulang belakang.

Vitamin D juga penting bagi bayi. Vitamin D bisa didapat dari eksklusif dan paparan sinar matahari. Selain itu, kombinasi vitamin D dan kalsium membantu mencegah penipisan tulang.

"Minyak asam lemak omega-3 mungkin bermanfaat bagi kesehatan jantung," tutur Dr Offit.

Ia juga mengecam pengobatan alternatif seperti akupunktur. "Tidak ada yang namanya pengobatan alternatif. Yang bekerja itu adalah obat," ujar Dr Offit.

Menurutnya, mungkin saja Steve Jobs saat ini masih hidup jika ia mendapatkan bantuan ahli medis dengan cepat. "Jenis kanker pankreas seperti yang dialami Jobs sembuh pada 95 persen pasien yang menjalani operasi. Namun Jobs justru memilih terapi esoteris termasuk membersihkan ususnya dan melakukan akupuntur," kata Dr Offit.



(vta/vta)