1. Batuk
|
Sage (Foto: Getty Images)
|
2. Kulit Gatal, Dermatitis dan Ruam
|
Lidah Buaya (Foto: Getty Images)
|
Lidah buaya cocok ditanam di tanah yang kering dan berpasir, mirip tekstur tanah untuk menanam kaktus, dan diletakkan dalam pot yang besar. Letakkan di tempat yang cerah dan hangat. Sedangkan untuk chamomile, bisa ditanam ke dalam pot atau tanah di luar ruangan, di bawah sinar matahari tapi agak teduh.
3. Gangguan Pencernaan
|
Bawang Putih (Foto: Getty Images)
|
Tanaman stimulan tersebut misalnya cayenne, bawang putih, jahe dan kunyit. Tanaman ini dapat dikonsumsi sebelum makan atau dicampurkan ke dalam makanan, seperti halnya bumbu masakan yang umum ditemui.
4. Sakit kepala
|
Lavender (Foto: Getty Images)
|
Lavender menyukai tanah yang hangat, kering, berpasir dan banyak sinar matahari. Tanaman ini tumbuh baik di tanah dan yang tak mengandung banyak air. Sedangkan skullcap merupakan tanaman asli Amerika Utara bagian timur. Tanaman ini tumbuh di sepanjang pinggir sungai dan di tempat yang lembab karena perlu banyak air dan suasana teduh.
5. Otot Tegang dan Terkilir
|
Jahe (Foto: Getty Images)
|
Tanaman rosemary membutuhkan sinar matahari. Lingkungan yang teduh justru akan menghambat pertumbuhannya. Tanaman ini suka tanah berpasir, berbatu namun dengan pengairan yang baik.
6. Stres
|
Ashwagandha (Foto: Rodale)
|
Tanaman ini berasal dari dataran yang panas dan kering di India. Penampilannya sekilas tak begitu berbeda dengan tanaman tomat atau kentang, tetapi daunnya lebih halus dan terang serta berbentuk oval. Tanaman ini sangat baik ditanam di tempat yang terpapar sinar matahari, kering atau berpasir.
Halaman 2 dari 7











































