Penyakit-penyakit yang Lebih Ampuh Dihalau dengan Herbal

Penyakit-penyakit yang Lebih Ampuh Dihalau dengan Herbal

- detikHealth
Rabu, 26 Jun 2013 15:48 WIB
Penyakit-penyakit yang Lebih Ampuh Dihalau dengan Herbal
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta -

1. Batuk

Sage (Foto: Getty Images)
Tanaman sage dikenal sebagai herbal terbaik untuk mengatasi sakit tenggorokan dan batuk. Daunnya bisa dikunyah dan ditelan untuk menenangkan sakit tenggorokan. Tanaman ini tumbuh subur di bawah sinar matahari dan suhu panas, asalkan tanahnya kering.

2. Kulit Gatal, Dermatitis dan Ruam

Lidah Buaya (Foto: Getty Images)
Lendir aloe vera atau lidah buaya bisa mengurangi rasa gatal dan peradangan bila dioleskan secara langsung pada kulit. Teh chamomile juga bisa meredakan ruam bila digunakan sebagai kompres dingin.

Lidah buaya cocok ditanam di tanah yang kering dan berpasir, mirip tekstur tanah untuk menanam kaktus, dan diletakkan dalam pot yang besar. Letakkan di tempat yang cerah dan hangat. Sedangkan untuk chamomile, bisa ditanam ke dalam pot atau tanah di luar ruangan, di bawah sinar matahari tapi agak teduh.

3. Gangguan Pencernaan

Bawang Putih (Foto: Getty Images)
Herbal juga bisa digunakan untuk membantu melancarkan pencernaan atau disebut stimulan pencernaan. Cara kerjanya adalah dengan membantu meningkatkan produksi enzim untuk meningkatkan proses pencernaan.

Tanaman stimulan tersebut misalnya cayenne, bawang putih, jahe dan kunyit. Tanaman ini dapat dikonsumsi sebelum makan atau dicampurkan ke dalam makanan, seperti halnya bumbu masakan yang umum ditemui.

4. Sakit kepala

Lavender (Foto: Getty Images)
Apabila mengalami pusing atau sakit kepala, coba gunakan herbal dan rempah-rempah yang berfungsi meningkatkan aliran darah ke kepala. Misalnya chamomile, lavender, dan tanaman yang disebut skullcap. Minum satu cangkir teh dengan campuran herbal ini 2 atau 3 kali sehari.

Lavender menyukai tanah yang hangat, kering, berpasir dan banyak sinar matahari. Tanaman ini tumbuh baik di tanah dan yang tak mengandung banyak air. Sedangkan skullcap merupakan tanaman asli Amerika Utara bagian timur. Tanaman ini tumbuh di sepanjang pinggir sungai dan di tempat yang lembab karena perlu banyak air dan suasana teduh.

5. Otot Tegang dan Terkilir

Jahe (Foto: Getty Images)
Jahe dan teh rosemary dapat mempercepat penyembuhan otot yang tegang atau terkilir jika digunakan sebagai kompres. Kedua bahan tersebut bisa digunakan sendiri-sendiri ataupun bersamaan.

Tanaman rosemary membutuhkan sinar matahari. Lingkungan yang teduh justru akan menghambat pertumbuhannya. Tanaman ini suka tanah berpasir, berbatu namun dengan pengairan yang baik.

6. Stres

Ashwagandha (Foto: Rodale)
Tanaman yang disebut ashwagandha membantu meredakan stres dan membantu tubuh untuk rileks, juga meningkatkan energi. Seperti namanya, herbal ini berasal dari India dengan nama ilmiah Withania somnifera. Sering pula disebut dengan ceri musim dingin, Ajagandha, Hindi Kanaje, atau ginseng India.

Tanaman ini berasal dari dataran yang panas dan kering di India. Penampilannya sekilas tak begitu berbeda dengan tanaman tomat atau kentang, tetapi daunnya lebih halus dan terang serta berbentuk oval. Tanaman ini sangat baik ditanam di tempat yang terpapar sinar matahari, kering atau berpasir.
Halaman 2 dari 7
Tanaman sage dikenal sebagai herbal terbaik untuk mengatasi sakit tenggorokan dan batuk. Daunnya bisa dikunyah dan ditelan untuk menenangkan sakit tenggorokan. Tanaman ini tumbuh subur di bawah sinar matahari dan suhu panas, asalkan tanahnya kering.

Lendir aloe vera atau lidah buaya bisa mengurangi rasa gatal dan peradangan bila dioleskan secara langsung pada kulit. Teh chamomile juga bisa meredakan ruam bila digunakan sebagai kompres dingin.

Lidah buaya cocok ditanam di tanah yang kering dan berpasir, mirip tekstur tanah untuk menanam kaktus, dan diletakkan dalam pot yang besar. Letakkan di tempat yang cerah dan hangat. Sedangkan untuk chamomile, bisa ditanam ke dalam pot atau tanah di luar ruangan, di bawah sinar matahari tapi agak teduh.

Herbal juga bisa digunakan untuk membantu melancarkan pencernaan atau disebut stimulan pencernaan. Cara kerjanya adalah dengan membantu meningkatkan produksi enzim untuk meningkatkan proses pencernaan.

Tanaman stimulan tersebut misalnya cayenne, bawang putih, jahe dan kunyit. Tanaman ini dapat dikonsumsi sebelum makan atau dicampurkan ke dalam makanan, seperti halnya bumbu masakan yang umum ditemui.

Apabila mengalami pusing atau sakit kepala, coba gunakan herbal dan rempah-rempah yang berfungsi meningkatkan aliran darah ke kepala. Misalnya chamomile, lavender, dan tanaman yang disebut skullcap. Minum satu cangkir teh dengan campuran herbal ini 2 atau 3 kali sehari.

Lavender menyukai tanah yang hangat, kering, berpasir dan banyak sinar matahari. Tanaman ini tumbuh baik di tanah dan yang tak mengandung banyak air. Sedangkan skullcap merupakan tanaman asli Amerika Utara bagian timur. Tanaman ini tumbuh di sepanjang pinggir sungai dan di tempat yang lembab karena perlu banyak air dan suasana teduh.

Jahe dan teh rosemary dapat mempercepat penyembuhan otot yang tegang atau terkilir jika digunakan sebagai kompres. Kedua bahan tersebut bisa digunakan sendiri-sendiri ataupun bersamaan.

Tanaman rosemary membutuhkan sinar matahari. Lingkungan yang teduh justru akan menghambat pertumbuhannya. Tanaman ini suka tanah berpasir, berbatu namun dengan pengairan yang baik.

Tanaman yang disebut ashwagandha membantu meredakan stres dan membantu tubuh untuk rileks, juga meningkatkan energi. Seperti namanya, herbal ini berasal dari India dengan nama ilmiah Withania somnifera. Sering pula disebut dengan ceri musim dingin, Ajagandha, Hindi Kanaje, atau ginseng India.

Tanaman ini berasal dari dataran yang panas dan kering di India. Penampilannya sekilas tak begitu berbeda dengan tanaman tomat atau kentang, tetapi daunnya lebih halus dan terang serta berbentuk oval. Tanaman ini sangat baik ditanam di tempat yang terpapar sinar matahari, kering atau berpasir.

(pah/vta)

Berita Terkait