Jumat, 13 Sep 2013 11:28 WIB

Sudah Rajin Sikat Gigi Tapi Masih Ada Gigi Berlubang? Ini Sebabnya

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Think Stock)
Makassar - Untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi, syarat utamanya adalah rajin menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur. Anehnya, ada beberapa orang yang sudah rajin menggosok gigi namun masih mengalami kerusakan gigi. Kenapa bisa begitu?

"Pada orang yang sudah menyikat gigi namun masih berlubang giginya, biasanya disebabkan karena menyikatnya tidak teliti caranya, waktunya, juga karena makanan yang dimakan sangat merusak gigi," kata drg Zaura Rini Anggraini, MDS, ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI).

Dalam acara konferensi pers 'Kick Off Bulan Kesehatan Gigi Nasional' yang digelar di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanudin Makasar dan ditulis pada Jumat (13/9/2013), drg Zaura menerangkan bahwa menyikat gigi yang baik dilakukan dengan cara menggosok dari atas ke bawah untuk gigi bagian atas, dan dari bawah ke atas untuk gigi bagian bawah.

Tujuannya adalah membersihkan sisa makanan mulai dari pertemuan gusi dan gigi, lalu mendorongnya keluar. Sedangkan teknik yang salah dan sering dipraktikkan banyak orang adalah menyikat gigi ke samping kanan kiri, yang justru malah menukar letak kuman dan sisa makanan di gigi.

Adapun makanan yang berisiko merusak gigi adalah makanan yang manis dan asam, sebab kedua makanan ini akan menciptakan kondisi yang ideal bagi bakteri perusak gigi untuk berkembang biak. Oleh karena itu, drg Zaura menyarankan agar lebih sering makan makanan berserat seperti buah apel atau tebu untuk membersihkan gigi.

Secara nasional, drg Zaura menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi. Pasalnya, dalam banyak kasus yang dia temui, banyak masyarakat Indonesia yang datang ke dokter gigi saat kerusakan giginya sudah parah dan perlu dicabut.

"Rata-rata masyarakat kita mencabut 5 gigi. Dari kesemua gigi itu, yang terselamatkan hanya 25 persen, maka rata-rata ada 4 gigi yang harus dicabut. Jadi mayoritas masyarakat Indonesia mengemut gigi busuk yang mengandung bakteri dan bisa masuk ke organ tubuh lainnya," terangnya.

PDGI sendiri, menurut drg Zaura, berupaya menurunkan angka penyakit gigi dan mulut dengan cara mendorong anggotanya untuk melakukan upaya pencegahan. Mempertahankan gigi yang sehat tetap sehat adalah kuncinya. Apabila sudah terlihat adanya kerusakan, dokter bisa melapisi permukaan gigi.

(pah/vit)