Sabtu, 19 Okt 2013 14:01 WIB

Ingat, Pekerjaan Rumah Tangga Bukan Olahraga, Ini Penjelasannya

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Jika Anda berpikir membereskan seluruh pekerjaan rumah tangga itu juga sama dengan olahraga sehingga Anda tak perlu lagi ke gym atau jogging, maka Anda sudah salah kaprah. Sebuah studi baru pun mengemukakan alasan mengapa pekerjaan rumah tangga tak dapat disamakan dengan olahraga.

Belakangan agar makin banyak orang mau berolahraga, banyak pakar yang merekomendasikan agar olahraga tradisional seperti lari sebaiknya diubah menjadi aktivitas fisik yang dapat dilakukan setiap hari dan dikombinasikan dengan aktivitas harian seperti bersepeda ke tempat kerja atau berkebun.

Namun peneliti menegaskan anjuran tersebut seharusnya mendorong agar orang-orang mencoba berbagai varian aktivitas fisik. Peneliti juga memastikan agar orang-orang tidak melihat pekerjaan rumah tangga sebagai satu-satunya metode utama yang mereka klaim sebagai olahraga.

Peneliti tentu prihatin dengan kesalahpahaman tentang pekerjaan rumah tangga ini. Apalagi setelah peneliti menganalisis jawaban 4.600 partisipan yang diwawancarai tentang aktivitas fisik mingguan mereka dan diminta melaporkan kebiasaan olahraga serta sejumlah aktivitas lain yang dapat meningkatkan breathing rate atau jumlah hembusan nafas mereka.

Pasalnya seperti dilansir Livescience, Sabtu (19/10/2013), hanya 42 persen partisipan yang tercatat dapat memenuhi ketentuan aktivitas fisik standar yaitu olahraga sedang hingga berat selama 150 menit per minggunya. Itupun hampir dua per tiga di antaranya mengaku menghabiskan waktu sedikitnya selama 10 menit untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.

Selain itu, wanita dan orang-orang yang berusia lanjut dilaporkan paling banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga sebagai bagian dari aktivitas fisik mereka. Namun ketika peneliti 'mengeluarkan' pekerjaan rumah tangga dari daftar aktivitas fisik, maka hanya 20 persen partisipan saja yang memenuhi kriteria aktivitas fisik yang direkomendasikan.

Yang tak kalah mengejutkan, studi yang dilakukan tim peneliti dari University of Ulster, Irlandia Utara itu mengungkapkan bahwa orang-orang yang melakukan pekerjaan rumah tangga dan menganggapnya sebagai olahraga mingguan cenderung lebih gemuk daripada orang yang membedakan antara pekerjaan rumah tangga dengan olahraga biasa.

Faktanya semakin banyak waktu yang dihabiskan seseorang untuk melakukan pekerjaan rumah tangganya sebagai olahraga (yang mereka anggap sebagai olahraga sedang hingga berat), berat badan mereka justru semakin naik.

Dari temuan mereka, peneliti menduga orang-orang yang menganggap pekerjaan rumah tangga itu sama halnya dengan olahraga tampaknya mengabaikan intensitas atau durasi aktivitas yang mereka lakukan. Kalau tidak, mereka mengira jumlah kalori yang mereka bakar ketika melakukan pekerjaan rumah tangga sudah banyak sehingga dengan seenaknya mereka menambah jumlah asupan yang mereka konsumsi.

Kesimpulannya, peneliti mengatakan bahwa pekerjaan rumah tangga tidaklah memberikan manfaat selayaknya yang diberikan aktivitas fisik lain seperti olahraga.

(vit/vta)