"Bahkan pola makan tak hanya dapat mencegah seorang wanita dari kanker payudara tapi juga kekambuhan penyakit tersebut," ungkap Dr. Alison Estabrook, kepala divisi bedah payudara dari St. Luke's-Roosevelt Hospital Center, New York sekaligus direktur Comprehensive Breast Center.
Meski tak semua dokter spesialis kanker sepakat dengan manfaat nutrisi tertentu terhadap tingkat keberlangsungan hidup pasien kanker, namun pakar nutrisi mengatakan ada sejumlah bahan makanan yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan pasien kanker untuk meningkatkan keberlangsungan hidupnya. Simak paparannya seperti dilansir CNN, Selasa (22/10/2013) berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr. Barry Boyd, pendiri program kedokteran integratif di Greenwich Hospital-Yale Health Systems mengatakan para wanita seharusnya tak perlu lagi takut untuk mengonsumsi kedelai. "Dulunya dikhawatirkan kedelai mengandung senyawa semacam estrogen yang dapat mempengaruhi pertumbuhan sel-sel kanker payudara. Tapi sains tak pernah membuktikan adanya risiko, justru manfaat," kata Boyd.
Boyd menunjuk salah satu studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition yang mengamati asupan kedelai pada 9.500 wanita di AS dan China pasca didiagnosis terkena kanker payudara. Ternyata konsumsi isoflavon yang sering ditemukan dalam kacang kedelai terbukti dapat mengurangi risiko kekambuhan kanker payudara secara signifikan, terutama pada survivor kanker payudara invasif.
Sebuah studi yang dirilis tahun ini oleh Asian Pacific Journal of Cancer Prevention juga memperlihatkan temuan serupa, namun dengan partisipan yang lebih banyak yaitu 11.000 pasien kanker payudara. Hasilnya, peneliti menyimpulkan mengonsumsi kedelai pasca diagnosis ada kaitannya dengan penurunan risiko kematian dan kekambuhan penyakit.
Namun American Cancer Society merekomendasikan wanita pasien kanker agar hanya mengonsumsi kedelai dalam jumlah sedang, dan tidak mengonsumsi pil, bubuk atau suplemen yang mengandung kedelai, apalagi yang mengandung isoflavon dosis tinggi.
2. Kale, ubi jalar dan labu
Mengonsumsi makanan yang kaya akan karotenoid telah lama dikaitkan dengan penurunan risiko kekambuhan kanker payudara. Karotenoid sendiri tak lain merupakan pigmen alami pada bahan makanan berwarna kuning dan oranye (seperti wortel, ubi jalar dan labu) dan sayuran berwarna hijau gelap misalnya kale, bayam dan chard Swiss.
Pada tahun 2009, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menemukan tingginya konsumsi karotenoid dikaitkan dengan kecenderungan untuk hidup lama tanpa kanker.
Namun pendiri Gaynor Integrative Oncology, Dr. Mitchell Gaynor menyarankan agar pasien kanker payudara lebih banyak memilih sayuran cruciferous seperti brokoli, kale, kubis, kembang kol dan brussel sprout.
3. Ikan salmon, haddock dan cod
Makan ikan yang mengandung asam lemak omega 3 tinggi juga telah lama dikaitkan dengan peningkatan prognosis kanker payudara. Tapi ikan yang dimaksud disini antara lain ikan salmon, haddock, cod, halibut dan sarden.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition pada tahun 2011 juga memperlihatkan konsumsi asam lemak EPA dan DHA dari ikan-ikan tersebut dapat menghambat penyebaran sel-sel kanker, termasuk mengurangi perkembangan tumor payudara.
Apalagi untuk wanita yang kankernya telah didiagnosis dan diobati sejak dini. Jika mereka diberi asam lemak EPA dan DHA dengan kadar tinggi maka risiko kekambuhannya akan berkurang hingga 25 persen. Namun perlu dicatat jika manfaat ini hanya dapat diperoleh dari konsumsi ikan, bukannya suplemen minyak ikan.
American Cancer Society pun memperingatkan terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak ini akan mengakibatkan tingginya kadar kalori dalam tubuh yang bisa berkontribusi terhadap obesitas.
4. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kedua bahan makanan ini kaya akan serat dan diklaim dapat meningkatkan harapan hidup seseorang. "Pasalnya makanan kaya serat dikaitkan dengan rendahnya risiko kematian pasien kanker payudara," tandas Dr. Keith Block dari Block Center for Integrative Cancer Treatment, Skokie, Illinois.
Menurut Block, serat bermanfaat bagi pasien kanker payudara karena senyawa ini membantu mengendalikan selera makan pasien dan menurunkan jumlah kalori yang ia konsumsi. Perlu diketahui bagi pasien kanker, mempertahankan berat badan yang sehat, terutama setelah menopause merupakan salah satu faktor utama untuk menambah tingkat survival pasien kanker.
Namun Block juga memperingatkan bertahan hidup dari kanker itu bukan semata soal mengonsumsi buah atau sayuran tertentu, tapi juga memperbaiki gaya hidup, termasuk menambah porsi olahraga.
(/)










































