Di bawah guyuran hujan yang masih menyisakan rintik-rintik, Tugu Monas tampak membiru oleh sorotan lampu dari segala sisi. Tidak jauh dari situ, sekerumunan orang yang berteduh di tenda putih menyalakan stik warna biru untuk semakin memeriahkan nuansa biru pada malam itu.
Malam itu adalah malam puncak peringatan Hari Diabetes Sedunia. Setiap tahun, peringatan itu dirayakan pada tanggal 14 November yang merupakan hari ulang tahun Frederick Banting, seorang ilmuwan yang menemukan insulin. Obat untuk diabetes itu ditemukan Banting bersama Charles Best pada tahun 1921.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui peringatan ini, Prof Sidartawan mengingatkan siapa saja yang memiliki faktor risiko diabetes untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Termasuk dalam faktor risiko adalah kegemukan, tekanan darah tinggi, punya keluarga yang juga diabetes.
Prof Sidartawan mengingatkan pemeriksaan diabetes tidak boleh menunggu gejalanya muncul. Diabetes umumnya tidak bergejala, apabila muncul gejala maka itu berarti sudah terlambat untuk mencegahnya. Gejala muncul biasanya setelah terjadi komplikasi.
Jumlah penderita diabetes di seluruh dunia menurut International Diabetes Federation mencapai 382 juta orang dan akan meroket hingga 592 juta orang pada 2035. Di Indonesia sendiri, angkanya diperkirakan mencapai 8,6 juta orang pengidap diabetes.
(up/)











































