Senin, 18 Nov 2013 10:55 WIB

Ini Dia 7 Jurus Anti-jetlag

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Apakah Anda seorang pebisnis super sibuk yang sering terbang ke daerah-daerah di Nusantara atau bahkan berbagai belahan dunia? Jika iya, sudah pasti jetlag adalah sahabat Anda yang mungkin paling Anda benci. Bagaimana tidak, jetlag akan berpengaruh pada aktivitas Anda selama di tempat tujuan.

Berbagai cara orang lakukan agar tidak mengalami jetlag. Salah satu cara yang paling banyak orang lakukan adalah 'ngulet' atau meregangkan otot tubuh, serta olahraga ringan selama dalam penerbangan. Ada pula yang memilih jalan obat, misalnya obat tidur, obat anti-jetlag, dan yang paling aneh adalah meminum Viagra.

Jangan bingung! Yang terpenting dalam menghadapi jetlag adalah memastikan tubuh tidak kelaparan dan kehausan. Berikut ini adalah tujuh cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari atau menanggulangi jetlag, seperti dikutip dari Asiaone, Senin (18/11/2013).

1. Ikuti matahari
Hal utama yang terganggu saat jetlag adalah jam tubuh, khususnya dalam hal tidur. Ternyata, cara menyesuaikan jam tubuh tergantung pada ke arah belahan bumi mana Anda akan terbang, timur atau barat? Penerbangan ke timur akan memperpendek hari, sedangkan penerbangan ke barat akan memperpanjang hari. Nah, ini dia resepnya:

- bila Anda terbang ke arah timur, biasakan diri tidur lebih awal sejak beberapa hari sebelum keberangkatan
- bila Anda terbang ke arah barat, sebaliknya, biasakan diri tidur lebih larut daripada biasanya

Lebih unik lagi, terbanglah mengikuti arah matahari. Jika Anda terbang ke arah timur, pilih penerbangan pada pagi hari. Tetapi jika terbang ke arah barat, pilih penerbangan malam hari.

2. Hindari kafein sementara
Kopi ataupun minuman beralkohol terasa sangat menggoda untuk diminum selama penerbangan panjang. Tapi salah. Meminum minuman mengandung kafein dan alkohol hanya akan lebih merusak jam tidur Anda. Anda akan kesulitan tidur saat Anda ingin ataupun harus tidur. British Airways ternyata membolehkan penumpang mengonsumsi kopi atau teh, namun harus disesuaikan dengan jam tubuh dan waktu di tempat tujuan.

3. Tidur dengan strategi
Pastikan Anda tidur cukup pada semalam sebelum keberangkatan. Jetlag akan terasa semakin parah apabila Anda kurang tidur sejak awal. Tidurlah selama beberapa saat selama di udara, jangan paksakan diri bangun agar Anda bisa tidur setelah tiba di tempat tujuan. Begitu Anda mendarat, hitung kapan waktu biasanya Anda tidur, kemudian jadwalkan tidur selaam 30-45 menit pada waktu itu. Strategi ini lebih baik daripada memaksakan diri Anda tetap bangun di saat biasanya Anda tidur. Tidur yang cukup di waktu yang tepat akan menyelamatkan Anda dari jetlag.

4. Susun strategi kegiatan, sesuaikan dengan 'jam tubuh'
Waspada dengan jam tidur tubuh Anda. Jangan sampai Anda menjadwalkan rapat penting pada waktu itu. Biasakan juga diri Anda dengan jam makan yang baru.

5. Terapi cahaya dan aromaterapi
Terapi cahaya adalah salah satu cara yang palin efektif untuk menyesuaikan diri dengan jam tidur. Ini bisa Anda lakukan sejak masih di tempat asal ataupun setelah tiba di tempat tujuan. Caranya, nyalakan lampu dan penerangan lainnya di waktu-waktu seharusnya Anda bangun. Sebaliknya, matikan lampu dan tutup rapat jendela agar rumah menjadi gelap dan Anda dapat 'belajar' tidur.

Ada pula aromaterapi yang dapat Anda hirup kapanpun Anda butuh atau harus tidur ataupun bangun. Untuk bisa tidur, hirup aromaterapi lavender. Sedangkan untuk menjadi segar dan terjaga, hirup aromaterapi peppermint dan eukaliptus.

6. Olahraga
Ada cara ekstrem untuk me-reset jam tubuh Anda: olahraga. Berolahragalah di pagi hari waktu setempat. Ini dapat merevitalisasi kondisi tubuh Anda setelah penerbangan panjang. Jangan berolahraga dua-tiga jam sebelum waktu tidur, ini justru akan membangunkan tubuh Anda.

7. Jangan stres dan takut merasa lelah
Saran terakhir adalah jangan stres dan terlalu memikirkan penyesuaian diri dengan waktu setempat. Jangan pergi tidur sambil berpikir, 'apakah tidur ini akan cukup?' 'apakah saya bisa tidur sekarang?' atau 'apakah tidur ini tidak akan membuat saya makin lelah?'. Semakin banyak ketakutan terhadap jetlag, maka tubuh Anda akan semakin lelah dan justru mengalami jetlag.

(vit/vit)