Senin, 18 Nov 2013 15:30 WIB

Ingat, Makanan Begini yang Paling Buruk untuk Pencernaan Anda

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Waspada jika Anda merasakan perut seperti terisi gas atau kembung dan tak nyaman setelah makan. Itu bisa jadi karena makanan yang baru Anda konsumsi, pasalnya sebagian makanan memang tak baik untuk pencernaan. Apalagi jika Anda mengidap gangguan pencernaan tertentu seperti refluks asam, diare, dan sembelit.

Untuk itu, agar gangguan pencernaan Anda itu tak mudah kambuh, simak paparan tentang jenis-jenis makanan yang memberikan dampak paling negatif terhadap sistem pencernaan kebanyakan orang, seperti halnya dikutip dari Huffingtonpost, Senin (18/11/2013) berikut ini.

1. Pemanis buatan
Efek: Jika Anda suka mengurangi kalori dengan menambahkan pemanis buatan ke dalam kopi, maka ini dapat mempengaruhi pencernaan Anda dan meningkatkan peradangan di dalam tubuh.

"Secara umum, pemanis memiliki dampak terbesar terhadap sistem pencernaan dan dapat mengakibatkan kembung dan diare," ungkap ahli gizi dan diet Erin Palinski-Wade.

Solusi: Palinski-Wade menyarankan agar Anda menjajal segala jenis pemanis buatan yang ada di pasaran dan tentukan mana yang paling sedikit mempengaruhi Anda. Ahli gizi ini juga lebih condong pada penggunaan pemanis alami seperti agave nectar.

"Pemanis alami bukannya bebas kalori tapi karena lebih manis dari gula biasa, pemanis ini dapat mengurangi kadar karbohidrat dan kalori dalam tubuh," terangnya.

2. Cokelat
Efek: Kafein yang terkandung dalam cokelat dapat memicu heartburn (sensasi terbakar di dada) dan gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS) pada orang-orang yang rentan kena gangguan pencernaan. Seperti halnya kopi, cokelat juga bersifat diuretik, yang dapat menyebabkan mencret atau diare.

Solusi: Jika Anda ingin sekali makan cokelat, pilih saja cokelat hitam. Menurut Palinski-Wade, cokelat ini mengandung polifenol yang dapat memperlambat fungsi pencernaan dan meningkatkan penyerapan air yang bisa mencegah diare.

Lagipula kadar kokoa yang terkandung dalam cokelat hitam juga jauh lebih banyak daripada di dalam cokelat susu. Kokoa adalah sumber serat yang baik sehingga dapat meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

3. Makanan olahan
Efek: Di samping menaikkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung dan penambahan berat badan, karbohidrat olahan seperti roti tawar, soda dan keripik kentang tidak dapat dicerna dengan baik sehingga menyebabkan kembung, kram perut, maupun gangguan pencernaan lainnya.

Solusi: "Apabila Anda kesulitan untuk mengurangi konsumsi makanan olahan, kombinasikan dengan makanan yang harus dicerna secara perlahan di antaranya protein rendah lemak (lean protein) seperti dada ayam tanpa kulit, dan lemak sehat seperti alpukat atau selai kacang alami," saran Palinski-Wade.

Selain itu, terus cek porsi makanan Anda sehingga karbohidrat olahan tidak mendominasi pola makan.

4. Makanan pedas
Efek: Makanan pedas seperti kari dapat memicu heartburn (sensasi terbakar di dada), apalagi jika dimakan menjelang tidur.

Solusi: Menurut Palinski-Wade, makanan pendingin, utamanya susu, dapat membantu meredakan sensasi terbakar di dada yang berkaitan dengan konsumsi makanan pedas. Tapi karena susu juga sulit dicerna, ahli gizi ini menyarankan yogurt atau cottage cheese yang mengandung probiotik ramah saluran cerna untuk menyehatkan pencernaan sekaligus mendinginkannya setelah terkena makanan pedas.

5. Buah dan sayur segar
Efek: Konon cara terbaik untuk tetap sehat adalah mengonsumsi makanan yang langsung didapatkan dari alam atau tanpa diolah. Namun bagi orang-orang yang sistem cernanya sensitif, mengonsumsi buah dan sayur mentah tampaknya cukup sulit dilakukan. Pasalnya bahan makanan mentah mengandung insoluble fiber dengan kadar tinggi sehingga sulit dicerna dan dapat mengakibatkan mencret, diare, dan kembung.

Solusi: Masak sayur dan buah Anda terlebih dulu sebelum dimakan. "Proses memasak membantu memecahkan serat dalam bahan makanan, sehingga makanan jadi lebih mudah dicerna, sekaligus membatasi munculnya gas dan kembung akibat mengonsumsi makanan mentah," kata Palinski-Wade.

6. Makanan berminyak atau gorengan
Efek: Makanan yang kaya lemak jenuh, seperti steak, kentang goreng, dan es krim sulit dicerna oleh tubuh, sering membuat Anda kenyang tapi perut tak nyaman dan meningkatkan risiko asam refluks.

Solusi: Apabila memungkinkan, masaklah makanan Anda dengan menggunakan lemak berbahan tanaman seperti minyak zaitun yang lebih mudah dipecah dalam tubuh ketimbang lemak jenuh seperti mentega.

7. Kopi
Efek: Kopi tak hanya membuat otak cemerlang di pagi hati tapi juga merangsang produksi asam di perut, yang dapat menyebabkan peradangan hingga berujung pada heartburn (sensasi terbakar di dada) dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Apalagi kopi juga bersifat diuretik yang dapat menyebabkan dehidrasi dan sembelit.

Solusi: Palinski-Wade menyarankan, "Batasi konsumsi kopi sebanyak satu cangkir sehari. Jika tidak, batasi satu cangkir kopi setiap dua jam sekali agar tubuh punya waktu lebih untuk memproses kafeinnya."

Pakar diet ini juga menekankan jangan sampai minum kopi dalam keadaan perut masih kosong, karena itu dapat meningkatkan gangguan pencernaan. Kalaupun kadung terjadi, redakan gejalanya dengan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti pisang atau sereal.

8. Makanan yang mengandung asam
Efek: Meski tujuan makan buah adalah demi kesehatan, namun waspada jika banyak buah dan sayur seperti jeruk, lemon, anggur, dan tomat dapat meningkatkan risiko asam refluks dan GERD karena tingkat keasamannya.

Solusi: Hindari makanan yang mengandung asam adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko heartburn. Tapi jika Anda masih ingin mengonsumsi buah dan sayur ini, pastikan Anda tidak makan dalam keadaan perut masih kosong, karena dapat meningkatkan iritasi dan peradangan.


(vit/up)