"Kalau yang namanya lelah dan kurang tidur, macet pasti bikin emosi. Apalagi kalau macetnya parah dan berjam-jam lamanya. Tubuh itu diciptakan untuk bergerak, bukan untuk diam," ujar dr Andreas Prasadja, RPSGT, yang akrab disapa dr Ade, ahli kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Kamis (30/1/2014).
Nah, jika di musim macet seperti ini Anda tetap tak memenuhi jam tidur maka kelelahan yang dirasakan saat berkendara dan terjebak macet akan berlipat ganda. Apalagi jika Anda berkendara seorang diri, tentu akan muncul rasa jenuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dr Ade juga mengingkatkan untuk tidak menganggap remeh efek kelelahan saat berkendara, terutama saat terjebak macet dan dalam jangka waktu yang lama. Ia menegaskan bahwa kelelahan juga memiliki gejala yang bertahap di mana pada tahap terakhir pengendara harus segera minggir dan beristirahat, tanpa kompromi.
"Tanda-tanda mengantuk seringkali disepelekan oleh orang, padahal bisa berbahaya jika diabaikan. Mengantuk adalah proses tubuh memberitahu bahwa ia butuh tidur. Jika tidak dipenuhi akan berpengaruh terhadap aktivitas dan pergerakannya," tutur dr Ade.
Tahapan gejala-gejala kelelahan dan mengantuk yang harus diwaspadai pengendara antara lain menguap, pengeluaran air mata, secara tak sadar Anda mulai menyandarkan kepala, dan melamun. Jika memang Anda sudah merasa lelah dan mengantuk, segera cari posisi untuk meminggirkan kendaraan dan sempatkan tubuh untuk beristirahat sejenak.










































