Nutrisionis Nutrifood, Mochamad Aldis Rusliadi SKM, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (20/5/2014) menjelaskan bahwa konsumsi garam kerap kali melebihi batas karena adanya kebiasaan bahwa tanpa garam, masakan dirasa kurang enak. Alhasil konsumsi garam melebihi batas aman yang ditetapkan Kemenkes yakni 2.000 mg per hari atau sekitar satu sendok teh.
"Nah 1 sendok teh garam itu didapat dari mana, bisa dari ikan. Ikan itu sebenarnya sudah mengandung garam, tapi pas masak ditambah lagi garamnya," ucap Aldis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang benar garam dikeluarkan melalui urine dan keringat. Namun perlu diingat bahwa tidak semuanya dikeluarkan, karena ada juga yang diserap tubuh. Jika berlebihan, tentu yang diserap tubuh ini menjadi berbahaya.
"Seporsi bakso mengandung 1.518 mg garam. Nah pada saat dimakan ditambah kerupuk asin. Dari makan bakso saja, batas asupan garam sehari sudah terpenuhi. Ini belum ditambah jika sarapannya mi goreng dan telur ceplok. Bisa lho dalam sehari yang dikonsumsi 4.951 mg garam," tutur Aldis.
Garam diperlukan untuk membuat keseimbangan dalam tubuh, namun jika terlalu banyak membuat sel terlalu pekat. Karena itu, penting untuk menjaga konsumsinya, plus minum banyak air putih, dan jangan lupa untuk berolahraga.
"Selain itu perlu kontrol bobot dan cek kesehatan dengan teratur. Dengan olahraga, garam bisa keluar lewat keringat. Dengan minum, maka garam akan dikeluarkan melalui urine," jelas Aldis.
(vit/up)











































