Selasa, 20 Mei 2014 08:30 WIB

Kebanyakan Garam Picu Hipertensi, Ingat Ya Sumber Yodium Tak Cuma Garam

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Selama ini dikenal bahwa garam adalah sumber yodium. Karena itu masih banyak orang yang menambahkan garam di setiap masakannya. Sama sekali tidak ada ketakutan akan dampak konsumsi garam berlebihan karena dianggap sehat-sehat saja. Padahal kebanyakan garam bisa memicu hipertensi.

"Yodium dan garam itu adalah senyawa yang berbeda. Karena garam itu kan NaCl. Nah, kalaau berlebihan malah bisa membahayakan kesehatan. Setelah diproses, garam itu harus difortifikasi (ditambah nilai gizinya), karena kandungan yodiumnya bisa jadi berkurang sangat banyak dan bahkan tidak ada yodiumnya pada saat diproses," terang nutrisionis Nutrifood, Mochamad Aldis Rusliadi SKM, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (19/5/2014).

Dijelaskan Aldis, saaat diambil dari laut, NaCl memang mengandung yodium. Namun dalam proses pengolahannya menjadi terkikis. Untuk itu, garam beryodium sebelumnya telah difortifikasi terlebih dahulu.

"Memang sumber yodium paling melimpah itu ada di laut. Kalau kekurangan bisa berdampak pada IQ yang kurang maupun cacat mental," lanjut Aldis.

Namun ingat, sumber yodium tidak hanya terdapat di garam saja. Aldis memapatkan, yodium bisa didapat dari sayiran hijau dan ikan-ikanan.

Aldis juga mengingatkan bahwa tekanan darah yang mencapai 140/90 itu termasuk dalam kategori tinggi. Gejala paling umum saat tekanan darah meningkat adalah lemas, ngedrop, dan aktivitas jadi terhambat. Pada saat tekanan darah ini tidak terkontrol maka akan menyebabkan kerusakan organ. Misalnya bisa jadi berdampak kebutaan atau ada masalah di ginjal.

"Orang yang kena hipertensi itu kadang nggak menyadarinya. Begitu menydari saat organ lainnya sudah terkena, saat sudah sakit di organ-organnya," jelasnya.

(vit/up)