Senin, 02 Jun 2014 07:43 WIB

Lakukan 7 Cara Ini Jika Pasien Mengalami Gangguan Pencernaan

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Singapura - Gangguan pencernaan (irritable bowel syndrome atau IBS) tak hanya bisa diatasi dengan meminum obat. Ada beberapa tahap pengobatan yang bisa disarankan, mulai dari edukasi, perubahan pola makan, sampai peningkatan aktivitas fisik.

Pada seminar Woman Through The Ages di Singapura beberapa waktu lalu, Dr. Tan Chi Chiu, ahli gastroenterologi dari Rumah Sakit Gleneagles Singapore, menyarankan beberapa cara untuk mengatasi IBS.

"Harusnya manajemen IBS ini diterapkan mulai dari nomor satu sampai seterusnya. Namun, yang sering terjadi adalah sebaliknya," ujar Dr. Chiu, sperti ditulis Senin (2/6/2014).

Inilah tujuh langkah yang disarankan dokter untuk pasien IBS:

1. Edukasi dan hiburan
Manajemen IBS yang sukses bergantung pada hubungan pasien dan dokter yang kuat untuk mengesahkan gejala pasien. Pasien perlu diingatkan bahwa meski IBS tak meningkatkan risiko penyakit berbahaya, penyakit ini tergolong kronis dan bisa memburuk sewaktu-waktu.

Buatlah ekspektasi realistis dengan batas yang konsisten. Libatkan pasien dalam memutuskan terapi mana yang akan dijalani. Ajari pasien untuk mengenali penyebab stres (jika ada) dan teknik-teknik menghindari IBS.

2. Perubahan pola makan
IBS juga dapat dipicu oleh makanan tertentu. Pasien dianjurkan menghindari makanan penghasil gas, makanan mengandung laktosa, atau terapkan diet rendah FODMAP. Kenali dulu penyebabnya dengan mencoba metode-metode tersebut secara bertahap.

Mengonsumsi makanan kaya serat, menghindari makanan yang mengandung gluten, serta melakukan uji alergi makanan juga dapat dilakukan meski kurang efektif.

3. Aktivitas fisik
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik bermanfaat mengurangi gejala IBS. Sekitar 102 pasien IBS diminta melakukan 20-60 menit kegiatan fisik menengah sampai berat 3-5 kali per minggu.

Setelah 12 minggu, terlihat kecenderungan semakin banyak pasien mengalami kemajuan secara klinis. Pasien yang berkegiatan fisikpun berisiko lebih rendah mengalami kondisi IBS yang semakin buruk dibanding pasien yang tak meningkatkan aktivitas fisiknya.

4. Terapi farmakologis
Terapi obat-obatan digunakan untuk gejala menengah sampai parah. Terapi dimulai dari gejala yang dominan, apakah IBS-C (sembelit), IBS-D (diare), atau sakit perut dan kembung. Tinjau dan modifikasi dengan interval 2-4 minggu.

Antibiotik tak direkomendasikan secara rutin. Jika pasien mengalami IBS menengah sampai parah, tanpa sembelit, dan terapi lain tak menunjukkan perbaikan, anjurkan Rifaximin selama dua minggu.

Metaanalisis menunjukkan bahwa gejala IBS secara keseluruhan, konsistensi kotoran, dan perut kembung jadi membaik dengan pemberian antibiotik tersebut.

5. Jika IBS sulit disembuhkan
Jika IBS sulit disembuhkan, periksa kembali gejalanya dan sampai mana gejala tersebut telah berubah. Cek juga apakah pasien rutin meminum obat dan apakah ada ciri yang perlu diwaspadai seperti penurunan berat badan atau perdarahan usus.

6. Terapi lain
Meski peranannya belum jelas, herba, akupunktur, suplemen enzim, mast cell stabilizers seperti Ketotifen, serta mindfulness-based stress reduction bisa dicoba untuk mengatasi IBS.



(fit/up)