Produk Low Fat Pasti Sehat? Cek Fakta dan Mitos Seputar Kolesterol di Sini

Produk Low Fat Pasti Sehat? Cek Fakta dan Mitos Seputar Kolesterol di Sini

- detikHealth
Senin, 02 Jun 2014 12:31 WIB
Produk Low Fat Pasti Sehat? Cek Fakta dan Mitos Seputar Kolesterol di Sini
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kadar kolesterol tinggi berkaitan erat dengan timbulnya penyakit degeneratif dan pembuluh darah atau arterosklerosisi (penyumbatan pembuluh darah). Hanya saja, dalam keseharian tak sedikit berbagai hal entah fakta atau mitos yang berkaitan dengan kolesterol.

"Kolesterol 75 persen diproduksi oleh hati dengan fungsinya memproduksi hormon seks, vitamin D, dan menjaga sel saraf tetap berfungsi. Oleh karena itu kita hanya butuh asupan lemak 200-300 mg per harinya," kata ahli gizi Mochammad Aldis, SKM.

Nah, berikut ini beberapa mitos dan fakya yang berkaitan erat dengan kolesterol, seperti penuturan Aldis kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (2/6/2014):



Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

1. Orang kurus bebas kolesterol

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Aldis mengatakan kolesterol adalah salah satu jenis lemak dalam darah sehingga orang bertubuh kurus pun bisa memiliki kadar kolesterol tinggi sehingga tetap penting bagi mereka untuk menjaga pola hidup dan rutin cek kolesterol.

"Orang bertubuh gemuk bisa karena komponen lemak, air, atau cairan di tubuhnya, bukan ditentukan pembuluh darahnya yang berbeda dengan orang kurus," tutur Aldis.

1. Orang kurus bebas kolesterol

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Aldis mengatakan kolesterol adalah salah satu jenis lemak dalam darah sehingga orang bertubuh kurus pun bisa memiliki kadar kolesterol tinggi sehingga tetap penting bagi mereka untuk menjaga pola hidup dan rutin cek kolesterol.

"Orang bertubuh gemuk bisa karena komponen lemak, air, atau cairan di tubuhnya, bukan ditentukan pembuluh darahnya yang berbeda dengan orang kurus," tutur Aldis.

2. Margarin lebih baik daripada butter

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Baik margarin ataupun butter merupakan sumber lemak di mana margarin adalah sumber lemak nabati dan butter sumber lemak hewani. Sehingga dikatakan Aldis tidak ada yang lebih baik.

"Dua-duanya tinggi lemak sehingga anggapan orang bahwa margarin lebih rendah lemak ketimbang butter tidak tepat," ujar lulusan FKM UI ini.

2. Margarin lebih baik daripada butter

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Baik margarin ataupun butter merupakan sumber lemak di mana margarin adalah sumber lemak nabati dan butter sumber lemak hewani. Sehingga dikatakan Aldis tidak ada yang lebih baik.

"Dua-duanya tinggi lemak sehingga anggapan orang bahwa margarin lebih rendah lemak ketimbang butter tidak tepat," ujar lulusan FKM UI ini.

3. Pria lebih rentan kena kolesterol

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
3. Pria lebih rentan kena kolesterol

Hal ini dibenarkan Aldis karena hormon estrogen pada wanita membuat hati tidak terlalu banyak memproduksi kolesterol. Namun, setelah meopause di mana hormon estrogen mulai berkurang, wanita harus lebih waspada dengan kolesterol tinggi.

3. Pria lebih rentan kena kolesterol

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
3. Pria lebih rentan kena kolesterol

Hal ini dibenarkan Aldis karena hormon estrogen pada wanita membuat hati tidak terlalu banyak memproduksi kolesterol. Namun, setelah meopause di mana hormon estrogen mulai berkurang, wanita harus lebih waspada dengan kolesterol tinggi.

4. Makanan low fat sudah pasti sehat

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jawabannya, belum tentu. Sebab, diutarakan Aldis makanan rendah lemak bisa saja malah mengandung garam atau gula yang tinggi. Sehingga, justru menimbulkan efek lain yang juga berbahaya bagi kesehatan.

"Nah ketika bingung lebih baik mana diet karbo atau diet lemak, lebih baik diet karbo karena kita masih membutuhkan lemak 300 mg ditambah lagi lemak dan karbohidrat sama-sama sumber kalori," tutur Aldis.

4. Makanan low fat sudah pasti sehat

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jawabannya, belum tentu. Sebab, diutarakan Aldis makanan rendah lemak bisa saja malah mengandung garam atau gula yang tinggi. Sehingga, justru menimbulkan efek lain yang juga berbahaya bagi kesehatan.

"Nah ketika bingung lebih baik mana diet karbo atau diet lemak, lebih baik diet karbo karena kita masih membutuhkan lemak 300 mg ditambah lagi lemak dan karbohidrat sama-sama sumber kalori," tutur Aldis.

5. Kolesterol tinggi timbulkan gangguan seksual pada pria

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Kolesterol tinggi memang menyumbang penurunan produksi hormon seks pada pria sehingga bisa saja menyebabkan gangguan seksual seperti disfungsi ereksi. Tapi kolesterol tinggi bukan satu-satunya penyebab," kata Aldis.

Pasalnya, menurut dia gangguan fungsi seksual pria sangat kompleks dan dipengaruhi beberapa faktor lain seperti kebugaran fisik dan psikis.

5. Kolesterol tinggi timbulkan gangguan seksual pada pria

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Kolesterol tinggi memang menyumbang penurunan produksi hormon seks pada pria sehingga bisa saja menyebabkan gangguan seksual seperti disfungsi ereksi. Tapi kolesterol tinggi bukan satu-satunya penyebab," kata Aldis.

Pasalnya, menurut dia gangguan fungsi seksual pria sangat kompleks dan dipengaruhi beberapa faktor lain seperti kebugaran fisik dan psikis.

6. Kolesterol hanya menyerang orang dewasa

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Anak juga bisa memiliki kadar kolesterol tinggi. Kalau dia mengasup makanana dengan kadar kolseterol tinggi misalnya gorengan atau makanan cepat saji terus-terusan, lalu jarang olahraga, ya bisa saja dia kena kolesterol," kata Aldis.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak dan remaja usia 12-18 tahun harus memiliki kadar kolesterol total kurang dari 170 mg/dl, kadar LDL kurang dari 110 mg/dl, kadar HDL 35 mg/dl atau lebih tinggi dan kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dl.

6. Kolesterol hanya menyerang orang dewasa

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Anak juga bisa memiliki kadar kolesterol tinggi. Kalau dia mengasup makanana dengan kadar kolseterol tinggi misalnya gorengan atau makanan cepat saji terus-terusan, lalu jarang olahraga, ya bisa saja dia kena kolesterol," kata Aldis.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak dan remaja usia 12-18 tahun harus memiliki kadar kolesterol total kurang dari 170 mg/dl, kadar LDL kurang dari 110 mg/dl, kadar HDL 35 mg/dl atau lebih tinggi dan kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dl.
Halaman 2 dari 14
Aldis mengatakan kolesterol adalah salah satu jenis lemak dalam darah sehingga orang bertubuh kurus pun bisa memiliki kadar kolesterol tinggi sehingga tetap penting bagi mereka untuk menjaga pola hidup dan rutin cek kolesterol.

"Orang bertubuh gemuk bisa karena komponen lemak, air, atau cairan di tubuhnya, bukan ditentukan pembuluh darahnya yang berbeda dengan orang kurus," tutur Aldis.

Aldis mengatakan kolesterol adalah salah satu jenis lemak dalam darah sehingga orang bertubuh kurus pun bisa memiliki kadar kolesterol tinggi sehingga tetap penting bagi mereka untuk menjaga pola hidup dan rutin cek kolesterol.

"Orang bertubuh gemuk bisa karena komponen lemak, air, atau cairan di tubuhnya, bukan ditentukan pembuluh darahnya yang berbeda dengan orang kurus," tutur Aldis.

Baik margarin ataupun butter merupakan sumber lemak di mana margarin adalah sumber lemak nabati dan butter sumber lemak hewani. Sehingga dikatakan Aldis tidak ada yang lebih baik.

"Dua-duanya tinggi lemak sehingga anggapan orang bahwa margarin lebih rendah lemak ketimbang butter tidak tepat," ujar lulusan FKM UI ini.

Baik margarin ataupun butter merupakan sumber lemak di mana margarin adalah sumber lemak nabati dan butter sumber lemak hewani. Sehingga dikatakan Aldis tidak ada yang lebih baik.

"Dua-duanya tinggi lemak sehingga anggapan orang bahwa margarin lebih rendah lemak ketimbang butter tidak tepat," ujar lulusan FKM UI ini.

3. Pria lebih rentan kena kolesterol

Hal ini dibenarkan Aldis karena hormon estrogen pada wanita membuat hati tidak terlalu banyak memproduksi kolesterol. Namun, setelah meopause di mana hormon estrogen mulai berkurang, wanita harus lebih waspada dengan kolesterol tinggi.

3. Pria lebih rentan kena kolesterol

Hal ini dibenarkan Aldis karena hormon estrogen pada wanita membuat hati tidak terlalu banyak memproduksi kolesterol. Namun, setelah meopause di mana hormon estrogen mulai berkurang, wanita harus lebih waspada dengan kolesterol tinggi.

Jawabannya, belum tentu. Sebab, diutarakan Aldis makanan rendah lemak bisa saja malah mengandung garam atau gula yang tinggi. Sehingga, justru menimbulkan efek lain yang juga berbahaya bagi kesehatan.

"Nah ketika bingung lebih baik mana diet karbo atau diet lemak, lebih baik diet karbo karena kita masih membutuhkan lemak 300 mg ditambah lagi lemak dan karbohidrat sama-sama sumber kalori," tutur Aldis.

Jawabannya, belum tentu. Sebab, diutarakan Aldis makanan rendah lemak bisa saja malah mengandung garam atau gula yang tinggi. Sehingga, justru menimbulkan efek lain yang juga berbahaya bagi kesehatan.

"Nah ketika bingung lebih baik mana diet karbo atau diet lemak, lebih baik diet karbo karena kita masih membutuhkan lemak 300 mg ditambah lagi lemak dan karbohidrat sama-sama sumber kalori," tutur Aldis.

"Kolesterol tinggi memang menyumbang penurunan produksi hormon seks pada pria sehingga bisa saja menyebabkan gangguan seksual seperti disfungsi ereksi. Tapi kolesterol tinggi bukan satu-satunya penyebab," kata Aldis.

Pasalnya, menurut dia gangguan fungsi seksual pria sangat kompleks dan dipengaruhi beberapa faktor lain seperti kebugaran fisik dan psikis.

"Kolesterol tinggi memang menyumbang penurunan produksi hormon seks pada pria sehingga bisa saja menyebabkan gangguan seksual seperti disfungsi ereksi. Tapi kolesterol tinggi bukan satu-satunya penyebab," kata Aldis.

Pasalnya, menurut dia gangguan fungsi seksual pria sangat kompleks dan dipengaruhi beberapa faktor lain seperti kebugaran fisik dan psikis.

"Anak juga bisa memiliki kadar kolesterol tinggi. Kalau dia mengasup makanana dengan kadar kolseterol tinggi misalnya gorengan atau makanan cepat saji terus-terusan, lalu jarang olahraga, ya bisa saja dia kena kolesterol," kata Aldis.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak dan remaja usia 12-18 tahun harus memiliki kadar kolesterol total kurang dari 170 mg/dl, kadar LDL kurang dari 110 mg/dl, kadar HDL 35 mg/dl atau lebih tinggi dan kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dl.

"Anak juga bisa memiliki kadar kolesterol tinggi. Kalau dia mengasup makanana dengan kadar kolseterol tinggi misalnya gorengan atau makanan cepat saji terus-terusan, lalu jarang olahraga, ya bisa saja dia kena kolesterol," kata Aldis.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak dan remaja usia 12-18 tahun harus memiliki kadar kolesterol total kurang dari 170 mg/dl, kadar LDL kurang dari 110 mg/dl, kadar HDL 35 mg/dl atau lebih tinggi dan kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dl.

(rdn/up)

Berita Terkait