Namun kebebasan mengatur gaya rambut terancam karena kebotakan. Ya, kebotakan pun sudah dapat terjadi ketika pria masih muda. Dirangkum detikHealth, berikut berbagai penyebab kebotakan ketika masih muda, seperti ditulis Selasa (3/6/2014).
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
1. Stres
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Jika Anda berada di bawah stres kronis maka hal ini akan mengacaukan sekaligus menyebabkan ketidakseimbangan pada hormon-hormon Anda yang pada akhirnya mengakibatkan penipisan rambut.
1. Stres
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Jika Anda berada di bawah stres kronis maka hal ini akan mengacaukan sekaligus menyebabkan ketidakseimbangan pada hormon-hormon Anda yang pada akhirnya mengakibatkan penipisan rambut.
2. Kurang Nutrisi
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Kurang asupan protein membuat tubuh menyimpan protein yang tersedia untuk keperluan lain sehingga membuat rambut kehilangan nutrisinya. Dr Shah menganjurkan untuk mengonsumsi sayur bayam, almond, walnut, tahu dan susu. Konsumsi teh hijau juga efektif karena dapat menghalangi timbulnya hormon dihidrotestosteron (DHT), yaitu hormon yang menyebabkan rambut rontok.
2. Kurang Nutrisi
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Kurang asupan protein membuat tubuh menyimpan protein yang tersedia untuk keperluan lain sehingga membuat rambut kehilangan nutrisinya. Dr Shah menganjurkan untuk mengonsumsi sayur bayam, almond, walnut, tahu dan susu. Konsumsi teh hijau juga efektif karena dapat menghalangi timbulnya hormon dihidrotestosteron (DHT), yaitu hormon yang menyebabkan rambut rontok.
3. Merokok dan minuman alkohol
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Sementara alkohol diketahui menyerap zat besi di dalam tubuh dan menghambat penyerapan zinc. Alkohol juga menyebabkan dehidrasi dan menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting. Karena seperempat rambut mengandung air, alkohol yang berlebihan akan selalu membuatnya rapuh.
3. Merokok dan minuman alkohol
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Sementara alkohol diketahui menyerap zat besi di dalam tubuh dan menghambat penyerapan zinc. Alkohol juga menyebabkan dehidrasi dan menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting. Karena seperempat rambut mengandung air, alkohol yang berlebihan akan selalu membuatnya rapuh.
4. Gravitasi
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Pria muda memiliki kulit kepala yang dilapisi oleh lemak. Lapisan ini membuatnya tetap lembab sehingga membantu akar rambut untuk menahan efek gravitasi.
Seiring dengan bertambahnya usia, lapisan ini pun menipis dan tekanan pada akar rambut meningkat. Tarikan gaya gravitasi semakin membuat akar rambut kewalahan untuk menahan rambut, dan akhirnya terjadi kerontokan.
4. Gravitasi
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Pria muda memiliki kulit kepala yang dilapisi oleh lemak. Lapisan ini membuatnya tetap lembab sehingga membantu akar rambut untuk menahan efek gravitasi.
Seiring dengan bertambahnya usia, lapisan ini pun menipis dan tekanan pada akar rambut meningkat. Tarikan gaya gravitasi semakin membuat akar rambut kewalahan untuk menahan rambut, dan akhirnya terjadi kerontokan.
5. Gejala Penyakit
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
ALS adalah penyakit pada sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang yang mengontrol gerakan otot. Gejala awal kondisi biasanya termasuk kelemahan dan otot yang menyusut. Seiring kondisi ini terus berlanjut, pasien biasanya akan mengalami masalah gerakan dan akhirnya bahkan tidak bisa bernapas sendiri.
Salah satu mekanisme yang mungkin menghubungkan antara ALS dan kebotakan dini melibatkan protein yang disebut reseptor androgen, yaitu protein yang mengatur hormon testosteron dan telah terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko botak dini.
5. Gejala Penyakit
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
ALS adalah penyakit pada sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang yang mengontrol gerakan otot. Gejala awal kondisi biasanya termasuk kelemahan dan otot yang menyusut. Seiring kondisi ini terus berlanjut, pasien biasanya akan mengalami masalah gerakan dan akhirnya bahkan tidak bisa bernapas sendiri.
Salah satu mekanisme yang mungkin menghubungkan antara ALS dan kebotakan dini melibatkan protein yang disebut reseptor androgen, yaitu protein yang mengatur hormon testosteron dan telah terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko botak dini.
Halaman 2 dari 12











































