"Cegukan itu dibiarin juga tidak masalah. Normalnya bisa sembuh sendiri dalam beberapa jam, atau dikasih minum yang banyak," kata Dr Unggul Budihusodo, Sp.PD., KGEH dari departemen penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) saat berbincang dengan detikHealth, Selasa (3/6/2014).
Kecuali kalau cegukannya berlangsung tanpa henti hingga 2-3 hari. "Biasanya kalau sudah 2 hari, pasien ke dokter, nanti sama dokter dikasih obat suntik yang bisa menyetop refleks dari otot diafragma (penyebab utama cegukan)," imbuh Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) tersebut.
Hal serupa juga diungkapkan spesialis saraf dari FKUI, dr Ahmad Yanuar, Sp.S. Cegukan yang berlangsung terus-menerus hingga dua hari lebih baik segera diperiksakan ke dokter karena bisa jadi ini adalah indikator terjadinya gangguan ginjal pada si pasien.
"Cegukan ini kebanyakan ditemukan pada pasien seperti gangguan ginjal atau gagal ginjal dan gangguan saraf pusat, terutama di batang otak yang berfungsi mengatur refleks otot diafragma," papar dr Yanuar ketika dihubungi secara terpisah.
dr Yanuar juga menambahkan pasien yang baru saja menjalani operasi atau dibius/anestesi dan pasien dengan gangguan mental seperti cemas atau anxiety biasanya juga sering memperlihatkan gejala cegukan.
"Hanya saja sebenarnya ini (cegukan) nggak ada hubungannya dengan penyakit tertentu. Cuman kalau memang berlangsung selama beberapa hari, kalau bisa dicari latar belakangnya kenapa bisa begitu," saran Dr Unggul.










































