Cegah Kanker Kulit, Jangan Hanya Andalkan Tabir Surya

Cegah Kanker Kulit, Jangan Hanya Andalkan Tabir Surya

- detikHealth
Jumat, 13 Jun 2014 12:33 WIB
Cegah Kanker Kulit, Jangan Hanya Andalkan Tabir Surya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Manchester - Beberapa riset mengatakan sunscreen alias tabir surya sudah cukup melindungi kulit dari sinaran matahari saat beraktivitas di luar ruangan. Akan tetapi sebuah studi berupaya meralat hal ini dengan mengatakan tabir surya bukanlah alat pelindung utama.

Tabir surya harusnya dikombinasikan dengan sarana pelindung lain seperti mengenakan topi dan kacamata serta memakai baju lengan panjang agar orang yang bersangkutan tidak berisiko terkena kanker kulit, terutama yang paling mematikan, malignant melanoma.

Meskipun riset mereka baru sebatas pada hewan percobaan, yakni tikus, peneliti dari University of Manchester ini yakin telah menemukan bahwa sinar matahari ternyata tak hanya merusak DNA dalam sel-sel kulit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya mereka menemukan bahwa sinar ultraviolet (UV) juga dapat mengakibatkan kerusakan pada gen bernama p53. Padahal gen ini punya tugas khusus membantu melindungi tubuh dari efek kerusakan DNA tubuhnya sendiri.

"Tabir surya memang dapat mengurangi jumlah DNA yang rusak karena terkena UV, tapi temuan studi ini memperlihatkan betapa bahaya sinar UV ini," papar Prof Richard Marais yang memimpin studi ini seperti dikutip dari BBC, Jumat (13/6/2014).

Senada dengan pernyataan Prof Marais, Dr Julie Sharp dari Cancer Research UK mengatakan orang-orang sendiri juga merasa takkan terkena dampak buruk dari berjemur atau terkena matahari bila sudah memakai tabir surya. Jadi mereka asyik-asyik saja berlama-lama di bawah sinar matahari.

"Dengan begitu studi ini menambah bukti bahwa tabir surya memang tidak bisa dijadikan satu-satunya pelindung utama kulit Anda. Biasakan memakai tabir surya, topi, kacamata dan baju lengan panjang bila keluar rumah, dan usahakan untuk tidak terbakar matahari karena kalau sudah begini jelas DNA dalam sel kulit Anda sudah rusak, dan dari waktu ke waktu ini bisa jadi kanker kulit," tegasnya.



(lil/up)

Berita Terkait