Kamis, 19 Jun 2014 14:05 WIB

Awas, Kelamaan di Depan Layar Bikin Mata Kering dan Iritasi

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Tokyo - Kerja di kantoran memang berisiko menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Selain karena duduk seharian, kebanyakan juga menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar komputer.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti dari School of Medicine, Keio University mengamati cairan mata (air mata) dari 96 pekerja kantoran di Jepang dan mengukur berapa banyak jumlah protein MUC5AC yang terkandung dalam air mata mereka.

Protein MUC5AC merupakan protein yang dilepaskan sel-sel di kelopak mata atas dan membentuk lapisan lendir agar mata tetap lembab. Masing-masing dari partisipan juga diminta mengisi kuesioner tentang jam kerja dan gejala gangguan mata apapun yang pernah dialami.

Hasilnya, 7 persen partisipan pria dan 14 persen partisipan wanita didiagnosis mengidap penyakit mata kering, dengan gejala yang sering dikeluhkan antara lain iritasi, muncul sensasi terbakar atau penglihatan buram.

Rata-rata partisipan bekerja di depan komputer lebih dari 8 jam sejari dan jumlah protein MUC5AC-nya berkisar 6,8 nanogram per miligram protein di tiap mata. Namun perbedaan jumlah protein MUC5AC pada partisipan yang bekerja lebih dari 7 jam dengan yang kurang dari lima jam cukup signifikan.

Hal ini karena jumlah protein pada partisipan dengan 7 jam kerja lebih mencapai 5,9 nanogram/miligram, padahal pada partisipan yang kerja di bawah lima jam, jumlah proteinnya mencapai 9,6 nanogram/miligram.

Jumlah protein ini mendekati jumlah protein penderita mata kering yang rata-rata hanya sebanyak 3,5 nanogram/miligram. Sedangkan pada orang yang kedua matanya normal, jumlah protein MUC5AC-nya mencapai 8,2 nanogram/miligram.

"Apalagi ketika kita terus menatap komputer, jumlah kedipan mata kita akan menurun. Berbeda bila membaca buku di atas meja," tukas peneliti, Dr. Yuichi Uchino seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/6/2014).

Selain itu, saat menatap layar itu seseorang harus membuka kelopak matanya lebar-lebar, bahkan lebih lebar daripada ketika melakukan aktivitas lainnya. "Permukaan ekstra yang terbuka itu dapat mempercepat evaporasi atau penguapan mata dan ini erat kaitannya dengan penyakit mata kering," imbuh Dr Uchino.

Disadari Dr Uchino, gangguan mata ini juga akan membuat para pekerja jadi kurang produktif dan rentan depresi.

Lantas bagaimana mengatasinya? Berikut tips mencegah mata kering pada pekerja kantoran dari Dr Uchino:

1. Menurunkan monitor, dengan layar agak mendongak ke atas
2. Kantor sebaiknya dilengkapi dengan alat pengatur kelembaban udara dan hindari meja kerja yang langsung dilewati angin yang keluar dari AC
3. Sering berkedip dan rutin menggunakan 'air mata buatan', tetes mata pelicin untuk mengobati mata kering dan iritasi karena produksi air mata menurun
4. Bila gejala tak kunjung hilang, segera ke dokter mata.

(lil/up)