Jakarta -
Terkadang, kulit buah hanya berakhir di tempat sampah karena cuma daging buahnya saja yang dianggap enak. Padahal jika diekstrak, kulit buah punya kandungan nutrisi yang tidak kalah bermanfaat dibandingkan daging buahnya.
Kulit manggis banyak dipercaya mengandung antioksidan yang bermanfaat. Mulai dari memperlambat proses penuaan, hingga mencegah reaksi radang atau inflamasi penyebab berbagai penyakit berbahaya seperti jantung dan kanker. Meski butuh serangkaian penelitian ilmiah untuk membutikannya, ekstrak kulit manggis cukup populer belakangan ini.
Bukan hanya manggis, beberapa jenis buah yang bisa dijumpai dalam keseharian juga dipercaya mengandung senyawa-senyawa bermanfaat, seperti dirangkum detikHealth Selasa (1/7/2014) berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kulit pisang
Luiz Oliveria, seorang pengusaha catering di London mengklaim bahwa kulit pisang secara tradisional dipakai sebagai bahan untuk membuat cake di Brazil. Kulit pisang diblender, dicampir air lalu dicampur dengan adonan kue.
Berbagai sumber menyebut, kulit pisang mengandung serat lebih banyak dibanding daging buahnya. Di dalamnya juga banyak kandungan kalium, yang dibutuhkan oleh otot untuk bekerja.
2. Kulit Apel
Dalam sebuah penelitian, Prof Ana Maria Mendoza-Wilson menyebut bahwa ekstrak kulit apel mengandung senyawa polifenol. Senyawa tersebut merupakan antioksidan yang bisa mengurangi risiko kanker dan sakit jantung.
3. Kulit Jeruk
Sama seperti buahnya, kulit jeruk juga kaya akan Vitamin C. Selain itu, kandungan seratnya disebut-sebut 4 kali lebih banyak dibandingkan buahnya. Di dalamnya, terkandung pula tangeretin dan nobiletin, sejenis flavanoid penyegah kanker, diabetes dan radang.
4. Kulit Semangka
Sebuah penleitian di United States Department of Agriculture (USDA) menyebut bahwa bagian putih pada kulit semangka banyak mengandung citrulline. Senyawa ini merupakan sejenis asam amino yang membantu memperbaiki peredaran darah.
5. Kulit Anggur
Buah-buahan berwarna ungu mengandung banyak senyawa glikosida anthocyanidin. Senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan tersebut juga terdapat di buahnya, tetapi paling banyak tersimpan persis di bawah lapisan kulitnya.
Luiz Oliveria, seorang pengusaha catering di London mengklaim bahwa kulit pisang secara tradisional dipakai sebagai bahan untuk membuat cake di Brazil. Kulit pisang diblender, dicampir air lalu dicampur dengan adonan kue.
Berbagai sumber menyebut, kulit pisang mengandung serat lebih banyak dibanding daging buahnya. Di dalamnya juga banyak kandungan kalium, yang dibutuhkan oleh otot untuk bekerja.
Dalam sebuah penelitian, Prof Ana Maria Mendoza-Wilson menyebut bahwa ekstrak kulit apel mengandung senyawa polifenol. Senyawa tersebut merupakan antioksidan yang bisa mengurangi risiko kanker dan sakit jantung.
Sama seperti buahnya, kulit jeruk juga kaya akan Vitamin C. Selain itu, kandungan seratnya disebut-sebut 4 kali lebih banyak dibandingkan buahnya. Di dalamnya, terkandung pula tangeretin dan nobiletin, sejenis flavanoid penyegah kanker, diabetes dan radang.
Sebuah penleitian di United States Department of Agriculture (USDA) menyebut bahwa bagian putih pada kulit semangka banyak mengandung citrulline. Senyawa ini merupakan sejenis asam amino yang membantu memperbaiki peredaran darah.
Buah-buahan berwarna ungu mengandung banyak senyawa glikosida anthocyanidin. Senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan tersebut juga terdapat di buahnya, tetapi paling banyak tersimpan persis di bawah lapisan kulitnya.
(up/ajg)