Jakarta -
Mungkin tak banyak yang tahu bila sebagian besar buku pegangan kedokteran juga banyak berisi tentang kuliner. Karena ternyata sejumlah makanan tertentu dapat membantu dokter mendeteksi penyakit. Dan praktik ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun.
Dr Ritu Lakhtakia dari Sultan Qaboos University, Oman pun memaparkan beberapa jenis makanan yang kerap membantu tim medis untuk mendiagnosis suatu penyakit, seperti halnya dikutip dari BBC, Minggu (13/7/2014) berikut ini.
1. Kopi susu
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Kulit yang terlihat seperti warna kopi susu merupakan salah satu gejala penyakit seperti neurofibromatosis, biasanya berupa tumor non-kanker yang tumbuh di sepanjang saraf. Sekadar untuk antisipasi, karena warna kulit serupa juga sering ditemukan pada orang-orang yang tidak mengidap penyakit tersebut.
2. Ceri
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Sebuah titik sebesar buah ceri di bagian belakang mata bisa jadi menunjukkan bahwa pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke otak mengalami gangguan atau terhambat. Ini adalah keadaan darurat.
3. Minuman anggur
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Satu dari 3.000 bayi di dunia lahir dengan tanda lahir yang warnanya sekilas seperti warna minuman anggur. Dalam buku medis, tanda lahir ini juga disebut sebagai 'port wine stains'.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pembuluh darah yang abnormal, dan warnanya pun bervariasi, mulai dari merah gelap hingga keunguan. 'Port wine stains' juga paling sering terlihat di wajah.
4. Biji millet
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Hasil scan tersebut menunjukkan tuberkulosis milier, salah satu jenis TB di mana penyakitnya menyebar ke penjuru tubuh seperti biji millet yang bertebaran.
Pada sejumlah pasien tuberkulosis, akan terlihat banyak bakteri dalam paru-parunya ketika di-scan. Dan bila dilihat lebih dekat lagi, bentuk bakteri-bakteri tersebut juga sangat mirip dengan remah-remah keju.
5. Coklat
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Kista yang berwarna kecoklatan bisa jadi salah satu gejala endometriosis. di mana muncul jaringan seperti rahim namun di luar uterus. Kondisi yang sama juga dapat menyebabkan ovarium terisi cairan berwarna gelap yang mirip coklat.
6. Beer belly
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh orang-orang yang mengalami obesitas. Bentuknya mirip segelas bir, di mana terjadi penggelembungan di bagian perut.
7. Pala dan kunyit
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Dr Lakhtakia juga menggunakan makanan untuk bahan ajar bagi mahasiswa-mahasiswanya. Ia kerap membawa serta pala ataupun kunyit untuk membantu memberikan ilustrasi terkait kondisi tertentu dalam tubuh manusia.
Menurutnya, warna kunyit mirip dengan warna urine pasien yang mengidap penyakit kuning yang parah. Sedangkan pala sekilas tampak seperti gagal liver, sejenis gagal jantung tapi terjadi pada liver.
Kulit yang terlihat seperti warna kopi susu merupakan salah satu gejala penyakit seperti neurofibromatosis, biasanya berupa tumor non-kanker yang tumbuh di sepanjang saraf. Sekadar untuk antisipasi, karena warna kulit serupa juga sering ditemukan pada orang-orang yang tidak mengidap penyakit tersebut.
Sebuah titik sebesar buah ceri di bagian belakang mata bisa jadi menunjukkan bahwa pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke otak mengalami gangguan atau terhambat. Ini adalah keadaan darurat.
Satu dari 3.000 bayi di dunia lahir dengan tanda lahir yang warnanya sekilas seperti warna minuman anggur. Dalam buku medis, tanda lahir ini juga disebut sebagai 'port wine stains'.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pembuluh darah yang abnormal, dan warnanya pun bervariasi, mulai dari merah gelap hingga keunguan. 'Port wine stains' juga paling sering terlihat di wajah.
Hasil scan tersebut menunjukkan tuberkulosis milier, salah satu jenis TB di mana penyakitnya menyebar ke penjuru tubuh seperti biji millet yang bertebaran.
Pada sejumlah pasien tuberkulosis, akan terlihat banyak bakteri dalam paru-parunya ketika di-scan. Dan bila dilihat lebih dekat lagi, bentuk bakteri-bakteri tersebut juga sangat mirip dengan remah-remah keju.
Kista yang berwarna kecoklatan bisa jadi salah satu gejala endometriosis. di mana muncul jaringan seperti rahim namun di luar uterus. Kondisi yang sama juga dapat menyebabkan ovarium terisi cairan berwarna gelap yang mirip coklat.
Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh orang-orang yang mengalami obesitas. Bentuknya mirip segelas bir, di mana terjadi penggelembungan di bagian perut.
Dr Lakhtakia juga menggunakan makanan untuk bahan ajar bagi mahasiswa-mahasiswanya. Ia kerap membawa serta pala ataupun kunyit untuk membantu memberikan ilustrasi terkait kondisi tertentu dalam tubuh manusia.
Menurutnya, warna kunyit mirip dengan warna urine pasien yang mengidap penyakit kuning yang parah. Sedangkan pala sekilas tampak seperti gagal liver, sejenis gagal jantung tapi terjadi pada liver.
(lil/up)