Sabtu, 13 Sep 2014 16:16 WIB

Agar Efektif, Minuman Probiotik Sebaiknya Dikonsumsi Saat Bangun Tidur

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Getty Images) Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Minuman probiotik diklaim memiliki banyak bakteri baik yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta memperlancar pencernaan. Nah, agar mendapatkan manfaat maksimalnya, kapan sebaiknya mengonsumsi minuman probiotik ini?

Penelitian yang dilakukan oleh University College London menguji kandungan bakteri dalam 8 merek minuman probiotik dalam tiga tahap. Pertama adalah mengukur berapa banyak kandungan bakteri baik, setelah itu apakah bakteri tersebut dapat melewati perut yang banyak mengandung asam dan terakhir apakah bakteri tersebut benar-benar berada di dalam usus kecil seperti yang diiklankan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 1 satu dari 8 merek yang berhasil melewati ketiga tahap tersebut. Empat di antaranya tidak melewati tahap pertama, 2 tidak berhasil melewati proses asam di perut dan 1 sisanya berhasil sampai ke usus kecil namun jumlah bakterinya tidak signifikan.

Untuk itu, Dr Simon Gaisford dari divisi farmasi UCL mengatakan bahwa sia-sia saja mengonsumsi minuman probiotik jika akhirnya hanya akan 'dibunuh' oleh asam perut. Untuk itu ia menganjurkan agar jika memang ingin mengonsumsi minuman probiotik, sebaiknya dilakukan ketika perut kosong dan bukan jam makan.

"Kami menyarankan jika memang ingin mengonsumsi probiotik, sebaiknya dilakukan ketika perut kosong. Bangun tidur atau maksimal 10 menit sebelum makan adalah waktu terbaik agar bakteri baik tidak terbunuh oleh asam perut dan mencapai usus kecil," tutur Dr Gaisford dalam jurnal Beneficial Microbes, dan ditulis Sabtu (13/9/2014).

Sementara itu Dr Rob Hicks, pembawa acara program TV kedokteran di Inggris, mengatakan bahwa minuman probiotik beserta manfaat bakteri baiknya hanyalah fenomena belaka. Ia menyangsikan manfaat minuman probiotik dan menganggapnya hanyalah bagian dari iklan minuman.

"Banyak dari mereka yang mengklaim produknya bermanfaat. Padahal European Food Safety Authority (EFSA) mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk membuktikan minuman probiotik benar-benar bermanfaat bagi kesehatan," ungkapnya.



(mrs/ajg)