Jakarta -
Pilek adalah keluhan yang susah dihindari pada musim pancaroba, saat cuaca sulit sekali diprediksi. Kadang-kadang panas menyengat, sejurus kemudian hujan dan banyak angin. Tapi tenang, ada banyak penangkal pilek yang bisa diterapkan.
Lanjutan dari artikel sebelumnya, berikut ini hal-hal bahkan tidak terbayangkan sebelumnya bakal sangat efektif menangkal pilek, seperti dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (21/9/2014).
1. Mengatur posisi duduk
Sesuai penelitian dari Australian National University di Canberra, risiko dari flu bisa meningkat jika Anda duduk dengan jarak dua bangku dari orang yang terinfeksi. Jika Anda melihat seseorang bersin-bersin atau batuk, Anda bisa pindah posisi duduk Anda, hal ini sangat efektif supaya tidak tertular. Atau, Anda juga bisa membuka jendela ruangan tersebut. Peneliti menemukan, menghabiskan waktu selama 90 menit di mobil dengan orang yang sedang pilek, 99,9% akan menularkan virus tersebut ke yang lain. Namun, risiko ini bisa berkurang 20% jika Anda membuka jendela mobil.
2. Jangan gunakan hand sanitiser
Hand sanitiser yang tidak mengandung 60-80% alkohol tidaklah cukup kuat membunuh virus penyebab pilek dan flu. Bahkan, tidak akan berguna sama sekali jika tangan Anda benar-benar kotor. dr Lisa Ackerley, ahli kesehatan lingkungan dari Hygiene Audit Systems, menyarankan untuk mencuci tangan menggunakan sabun setelah Anda bepergian dari luar.
3. Cuci hidung dengan air garam
Menurut percobaan yang dilakukan oleh Pennsylvania State University, ternyata garam dapat bantu kurangi jumlah penyebaran pilek. Garam dapat membantu cegah kuman masuk lewang rongga hidung. Larutkan garam dengan air hangat. Anda bisa mencobanya dengan langsung membasuh hidung dengan air garam tersebut, atau hanya dengan menyemprotkan dengan menggunakan botol bekas parfum.
4. Olahraga secukupnya
Olahraga secukupnya dapat menstimulasi sistem imun Anda. Penelitian dari Loughborough University menemukan bahwa sekitar 90 menit olahraga berat yang Anda lakukan justru dapat meningkatkan hormon stres dan molekul anti-inflaman yang justru dapat menekan sistem imun Anda sehingga lebih rentan terserang pilek atau flu.
5. Suplemen vitamin D
Peneliti dari University of Colorado menemukan bahwa kurangnya asupan vitamin D berhubungan dengan kerja molekul pelawan bakteri yang dinamakan hCAP-18 untuk menstimulus sel imun. Jika kekurangan vitamin D, risiko terserang flu dan pilek akan ada tiga kali lebih banyak. Jika Anda mengonsumsi suplemen vitamin D, terutama yang mengandung D3, kandungan ini dapat dengan diserap oleh tubuh sehingga tidak mudah terserang pilek.
Sesuai penelitian dari Australian National University di Canberra, risiko dari flu bisa meningkat jika Anda duduk dengan jarak dua bangku dari orang yang terinfeksi. Jika Anda melihat seseorang bersin-bersin atau batuk, Anda bisa pindah posisi duduk Anda, hal ini sangat efektif supaya tidak tertular. Atau, Anda juga bisa membuka jendela ruangan tersebut. Peneliti menemukan, menghabiskan waktu selama 90 menit di mobil dengan orang yang sedang pilek, 99,9% akan menularkan virus tersebut ke yang lain. Namun, risiko ini bisa berkurang 20% jika Anda membuka jendela mobil.
Hand sanitiser yang tidak mengandung 60-80% alkohol tidaklah cukup kuat membunuh virus penyebab pilek dan flu. Bahkan, tidak akan berguna sama sekali jika tangan Anda benar-benar kotor. dr Lisa Ackerley, ahli kesehatan lingkungan dari Hygiene Audit Systems, menyarankan untuk mencuci tangan menggunakan sabun setelah Anda bepergian dari luar.
Menurut percobaan yang dilakukan oleh Pennsylvania State University, ternyata garam dapat bantu kurangi jumlah penyebaran pilek. Garam dapat membantu cegah kuman masuk lewang rongga hidung. Larutkan garam dengan air hangat. Anda bisa mencobanya dengan langsung membasuh hidung dengan air garam tersebut, atau hanya dengan menyemprotkan dengan menggunakan botol bekas parfum.
Olahraga secukupnya dapat menstimulasi sistem imun Anda. Penelitian dari Loughborough University menemukan bahwa sekitar 90 menit olahraga berat yang Anda lakukan justru dapat meningkatkan hormon stres dan molekul anti-inflaman yang justru dapat menekan sistem imun Anda sehingga lebih rentan terserang pilek atau flu.
Peneliti dari University of Colorado menemukan bahwa kurangnya asupan vitamin D berhubungan dengan kerja molekul pelawan bakteri yang dinamakan hCAP-18 untuk menstimulus sel imun. Jika kekurangan vitamin D, risiko terserang flu dan pilek akan ada tiga kali lebih banyak. Jika Anda mengonsumsi suplemen vitamin D, terutama yang mengandung D3, kandungan ini dapat dengan diserap oleh tubuh sehingga tidak mudah terserang pilek.
(up/up)