Jakarta -
Salah satu kekhawatiran terbesar kaum laki-laki adalah saat organ vitalnya mengalami impotensi alias susah ereksi. Tak cuma mengganggu kehidupan seksual, kondisi ini perlu juga diwaspadai sebagai gejala berbagai penyakit serius.
Beberapa penyakit serius yang perlu dikhawatirkan saat seorang lelaki mulai mengalami susah ereksi adalah sebagai berikut, dirangkum dari berbagai sumber, Senin (29/9/2014).
1. Tekanan darah tinggi
Diperkirakan 1 dari 3 lelaki dengan kondisi tekanan darah tinggi punya riwayat susah ereksi. Tekanan darah tinggi bisa terjadi karena pembuluh darah menyempit dan menjadi kurang elastis, akibat faktor penuaan. Jika penyempitan dan pengerasan tersebut terjadi di pembuluh darah yang menuju ke Mr P, maka wajar jika seorang lelaku menjadi susah ereksi.
2. Penyakit jantung
Disfungsi ereksi dan penyakit jantung sama-sama berhubungan dengan kondisi pembuluh darah. Seseorang yang susah mengalami ereksi, sangat mungkin menandakan gejala awal adanya masalah di jantung.
"Pembuluh darah di penis hanya 1-2 mm, jauh lebih kecil daripada arteri di jantung, sehingga memunculkan gejala lebih cepat," kata Dr Graham Jackson, kadriolog yang juga ketua Sexual Advice Association.
Menurut Dr Graham, impotensi muncul rata-rata 3 tahun sebelum seseorang menyadari ada masalah dengan jantung. Pada usia 40-50-an tahun, laki-laki dengan disfungsi ereksi 50 kali lebih rentan mengalami masalah dengan jantung.
3. Diabetes
Dikenal juga dengan nama penyakit gula, diebetes bisa memicu beragam komplikasi jika tidak tertangani. Salah satunya adalah merusah pembuluh darah, termasuk yang menuju ke penis. Jika hal itu terjadi, maka ereksi menjadi semakin sulit terjadi. Menurut data, 50 persen pengidap diabetes juga menjalami disfungsi ereksi.
4. Pembesaran prostat
Gangguan prostat akibat infeksi atau prostatis bisa memicu pembengkakan. Selain memicu rasa nyeri, kondisi ini juga menyebabkan susah kencong dan gangguan ereksi yang sifatnya sementara. Masalah lain akibat kanker prostat juga bisa menyebabkan susah ereksi.
5. Kekurangan testosteron
Hormon seks laki-laki ini secara alami akan menurun pada usia tertentu. Misalnya pada usia 75, kadarnya mungkin hanya tersisa 50 persen dibandingkan pada usia 20 tahun. Kadar testosteron bisa diketahui melalui tes darah. Angka 12 nanomol/liter masih dikategorikan normal, sedangkan 8 nanomol/liter ke bawah berarti rendah.
Diperkirakan 1 dari 3 lelaki dengan kondisi tekanan darah tinggi punya riwayat susah ereksi. Tekanan darah tinggi bisa terjadi karena pembuluh darah menyempit dan menjadi kurang elastis, akibat faktor penuaan. Jika penyempitan dan pengerasan tersebut terjadi di pembuluh darah yang menuju ke Mr P, maka wajar jika seorang lelaku menjadi susah ereksi.
Disfungsi ereksi dan penyakit jantung sama-sama berhubungan dengan kondisi pembuluh darah. Seseorang yang susah mengalami ereksi, sangat mungkin menandakan gejala awal adanya masalah di jantung.
"Pembuluh darah di penis hanya 1-2 mm, jauh lebih kecil daripada arteri di jantung, sehingga memunculkan gejala lebih cepat," kata Dr Graham Jackson, kadriolog yang juga ketua Sexual Advice Association.
Menurut Dr Graham, impotensi muncul rata-rata 3 tahun sebelum seseorang menyadari ada masalah dengan jantung. Pada usia 40-50-an tahun, laki-laki dengan disfungsi ereksi 50 kali lebih rentan mengalami masalah dengan jantung.
Dikenal juga dengan nama penyakit gula, diebetes bisa memicu beragam komplikasi jika tidak tertangani. Salah satunya adalah merusah pembuluh darah, termasuk yang menuju ke penis. Jika hal itu terjadi, maka ereksi menjadi semakin sulit terjadi. Menurut data, 50 persen pengidap diabetes juga menjalami disfungsi ereksi.
Gangguan prostat akibat infeksi atau prostatis bisa memicu pembengkakan. Selain memicu rasa nyeri, kondisi ini juga menyebabkan susah kencong dan gangguan ereksi yang sifatnya sementara. Masalah lain akibat kanker prostat juga bisa menyebabkan susah ereksi.
Hormon seks laki-laki ini secara alami akan menurun pada usia tertentu. Misalnya pada usia 75, kadarnya mungkin hanya tersisa 50 persen dibandingkan pada usia 20 tahun. Kadar testosteron bisa diketahui melalui tes darah. Angka 12 nanomol/liter masih dikategorikan normal, sedangkan 8 nanomol/liter ke bawah berarti rendah.
(up/vta)