Tim peneliti dari University of California menggunakan tikus sebagai hewan percobaan. Tikus-tikus ini dibagi ke dalam enam kelompok, namun kesemuanya diberi makan makanan berlemak atau diet tinggi lemak. Ada tikus yang diberi minum jus jeruk bali, ada juga yang hanya diberi air putih sebagai kelompok kontrol.
Peneliti juga menambahkan glukosa dan pemanis buatan ke dalam air yang diminum kelompok kontrol agar sama dengan kandungan kalori dan sakarin yang ada dalam jus jeruk bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, kadar gula darah dan insulin tikus yang minum jus jeruk bali juga menurun sebesar 13-17 persen, mengindikasikan penurunan risiko diabetes. Begitu juga kadar trigliserida atau simpanan lemak dalam tubuhnya.
"Faktanya, jus jeruk bali sama baiknya dengan obat pengontrol gula darah, metformin, yang seringkali diresepkan untuk mengendalikan insulin pengidap diabetes," tutur peneliti Profesor Josep Napoli seperti dikutip dari jurnal PLoS ONE, Jumat (10/10/2014).
Sayang peneliti mengaku tak tahu bagaimana jeruk bali dapat mencegah penambahan berat badan pada tikus. Apalagi jus jeruk bali hanya berdampak pada tikus percobaan yang mengonsumsi makanan berlemak.
Namun pakar nutrisi Mochamad Aldis SKM menuturkan untuk menurunkan bobot, sebaiknya tak hanya minum air putih dingin sesaat setelah bangun tidur, tapi ditambah dengan olahraga seperti push up atau crunch (sejenis sit up).
"Saya menyarankan untuk menurunkan berat badan lakukan yang kedua, yaitu olahraga setelah bangin tidur atau padukan bangun tidur minum air lalu exercise. Karena jika minum saja, setelah minum memang terjadi metabolisme, tapi tidak banyak," terang Aldis kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
(lil/vit)











































