"Harus menjaga kebersihan pribadi, gosok gigi dengan cara tepat dua kali sehari sesudah sarapan dan sebelum tidur, lalu jangan lupa kontrol ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali," kata drg Susi R Puspitadewi SpProst.
Sejak muda, disrankan jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis yang cenderung lengket di mulut. Juga jangan biasakan langsung beralih ke asupan panas ke dingin, demikian dikatakan drg Susi di sela-sela Konferensi Pers 'Polident, Sahabat Veteran, dan PDGI Tingkatkan Kualitas Hidup Veteran Indonesia' di Beranda Kitchen, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seperti ditulis Kamis (23/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebiasaan lain yang membuat gigi mudah rapuh yakni membuka kemasan plastik atau kaleng yang notabene keras dan sulit. Dengan begitu, enamel gigi lama-lama bisa terkikis. Lebih lanjut, drg Susi menambahkan hindari rokok dan jangan mengonsumsi kopi terlalu banyak karena bisa membuat warna gigi jadi kuning kecokelatan.
Tak hanya itu, drg Susi menganjurkan rutinlah membersihkan karang gigi. Sebab, karang gigi yang menempel terus-terusan akan menimbulkan peradangan sehingga tulang gigi rusak dan gigi pun mudah copot. Karang gigi juga bisa menimbulkan masalah lain yakni bau mulut.
"Bagi lansia yang terlanjur giginya tidak ada, gunakan gigi tiruan karena itu bisa meningkatkan kualitas hidup. Begitu juga bagi orang-orang kalau gigi bolong sebaiknya jangan didiamkan karena nanti bisa menimbulkan infeksi," tutur wanita yang menjadi staf pengajar di Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) ini.
(rdn/up)











































