Rabu, 05 Nov 2014 13:46 WIB

Cegah Batu Ginjal, Minum Air Baiknya Sampai Hasilkan Urine Bening

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
New York - Menurut pedoman hidup sehat baru dari American College of Physicians, orang yang pernah memiliki batu ginjal disarankan untuk meminum air untuk menghindari risiko terbentuknya batu terulang. Jumlah air yang disarankan sekurangnya cukup untuk menghasilkan dua liter urine per hari.

Jika minum banyak air dirasa tidak banyak membantu, pasien dapat mencoba "pil air" atau yang dikenal dengan nama diuretics serta obat-obatan lainnya yang dapat membantu mengurangi terbentuknya batu. Namun, dokter dalam tulisan pedoman hidup sehat tersebut tidak merekomendasikannya karena belum ada bukti kuat manfaat dari obat-obat tersebut.

"Rata-rata meminum cairan yang cukup untuk menghasilkan dua liter urine per hari dapat mengurangi risiko batu ginjal secara signifikan," kata Dr Robert Centor dari American College of Physicians, seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (5/11/2014).

Centor mengatakan batu ginjal terbentuk dari kandungan calcium oxalate di urine yang mengkristal. Dengan menambahkan banyaknya cairan, konsentrasi calcium oxalate pada urine dapat berkurang membuat batu ginjal sulit terbentuk.

"Saya inginnya urine para pasien berwarna bening, bukan kuning," tambah Centor.

Para dokter dari American College of Physicians membuat pedoman tersebut berdasarkan tinjauan naskah penelitian batu ginjal dari tahun 1984 dan 2014. Diantara cara pencegahan batu ginjal, meminum banyak air adalah salah satu cara yang tidak memiliki efek samping.

Centor mengatakan untuk memproduksi dua liter urine, setidaknya seseorang harus meminum air lebih dari jumlah tersebut dalam sehari. Jumlah air yang harus diminum beragam untuk setiap orang tergantung dari aktivitas orang tersebut dan suhu cuaca saat itu.

"Anda mungkin harus meminum sampai tiga liter air pada suhu yang panas," tutup Centor.

(vit/vit)