Sabtu, 08 Nov 2014 12:11 WIB

Studi Sebut Diet Tinggi Lemak Bisa Tunda Penuaan Otak

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Diet telah menjadi gaya hidup kebanyakan orang-orang masa kini. Ada yang melakukan Obsessive Corbuzier's Diet (OCD), diet tanpa makan nasi, diet nasi merah, food combining, dan masih banyak diet lainnya.

Diet tidak cuma bertujuan untuk menurunkan berat badan lho, karena esensi diet sebenarnya adalah pengaturan pola makan. Diet juga bisa membuat seseorang tidak cepat pikun. Bagaimana caranya? Yakni dengan diet tinggi lemak.

Peneliti dari Universitas Copenhagen menemukan kerusakan sistem perbaikan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) pada tikus percobaan. Dari penelitian diketahui kerusakan yang sama terjadi pada manusia yang disebabkan sindrom Cockayne. Seperti dikutip dari Dailymail, Cockayne Syndrome adalah penyakit genetik langka yang ditandai dengan penuaan dini.

Penelitian dilakukan dengan mengambil tikus dengan penyakit sindrom Cockayne sebagai sampel. Tikus tersebut diarahkan untuk melakukan diet tinggi lemak. Hasilnya apa? Mengejutkan, karena terlihat tidak ditemukan tanda penuaan pada otak yang antara lain ditandai dengan menurunnya fungsi pendengaran.

"Penelitian ini merupakan kabar baik bagi anak-anak yang terjangkit sindrom Cockayne, karena saat ini kami tidak memiliki pengobatan yang efektif," kata pimpinan penelitian Profesor Vilhelm Bohr dari Pusat Healthy Aging, University of Copenhagen dan National Institute of Health, dalam sebuah rilis berita.

Diet tinggi lemak, sambungnya, bisa menunda penuaan otak. Temuan tersebut menyiratkan bahwa pasien dengan Alzheimer dan penyakit Parkinson dalam jangka panjang dapat mengambil manfaat dari penemuan tersebut.

"Kami berharap bahwa diet tinggi lemak akan memiliki efek yang menguntungkan, karena sel-sel otak diberi energi ekstra. Dengan demikian hal itu berfungsi untuk memperbaiki kerusakan," ucapnya seperti dikutip dari Counsel and Heal, Sabtu (8/11/2014).

Penelitian memaparkan bahwa otak manusia secara konstan memerlukan bahan bakar yakni glukosa dan keton. Keton merupakan cadangan bahan bakar otak. Keton menjadi sumber energi paling penting. Keton ini bahkan bisa membuat orang yang kelaparan dapat bertahan hidup, karena keton merupakan satu-satunya unsur yang masih dapat dikonsumsi otak selain glukosa.

Nah, sel-sel otak membutuhkan bahan bakar ekstra untuk menghindarkan diri penuaan dini yang antara lain ditandai dengan kepikunan. Mekanisme perbaikan sel secara aktif dan terus-meneruslah yang pada akhirnya akan menghindarkan otak dari penuaan. Jadi sangat masuk akal jika pemberian bahan bakar ekstra pada otak akan menghindarkan otak dari penuaan. Diet tinggi lemak antara lain bisa didapat dari minya kelapa. Ingat, diet tinggi lemak artinya bukan menghindari makanan tinggi lemak, namun memasukkan makanan tinggi lemak dalam daftar asupan.

"Kami berharap bahwa diet kandungan minyak kelapa atau lemak yang sama akan memiliki efek menguntungkan. Karena sel-sel otak diberi bahan bakar ekstra, sehingga memiliki bahan bakar untuk memperbaiki kerusakan," kata Morten Scheibye-Knudsen dari National Institute of Health.

(up/up)
News Feed