Tak tinggal diam, George pun tertantang untuk melakukan sebuah percobaan. Dalam percobaan itu, ia akan meminum 10 kaleng minuman soda setiap hari. Namun hanya dalam 30 hari, pria berumur 50 tahun ini dibuat terkejut ketika menemukan fakta bahwa dirinya tak lagi berotot. Bahkan perutnya pun membuncit.
"Perubahan yang paling dramatis adalah berat badan saya. Dalam sebulan bobot saya bertambah sebanyak 10 kg. Saya juga jadi keranjingan minum soda dan makanan manis lainnya," ungkap George seperti dikutip dari Mirror, Selasa (2/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama percobaan berlangsung, George juga kesulitan untuk mengonsumsi makanan sehat seperti daging dan buah beri. "Tak banyak makanan yang bisa masuk ke tubuh saya karena soda membuat perut saya terus terasa kenyang," katanya.
Uniknya, di akhir percobaan, George merasa kapok. Ia mengeluh tubuhnya selalu terasa berat, dan ia tak bisa beraktivitas dengan lancar. "Saya jadi sering ke toilet, dan perut rasanya penuh terus," imbuhnya.
Setelah melakoni percobaan ini, George semakin yakin akan bahaya mengonsumsi gula dalam jumlah besar, terutama pada anak-anak. Menurutnya, anak-anak tak boleh minum soda atau jus buah yang sudah dikemas karena kandungan gulanya yang banyak dan tak alami.
"Saya kira banyak orang yang menderita diabetes dan gangguan jantung semata karena mereka tidak tahu sebenarnya ini bisa diatasi dengan berhenti mengonsumsi gula," saran George. Terbukti, berat badan George turun 2,5 kg hanya empat hari setelah ia berhenti meminum soda.
Pakar ilmu gizi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, dr AR Inge Permadhi, MS, SpGK pun mengatakan salah satu penyebab utama orang susah kurus atau mudah gemuk adalah kebiasaan yang buruk misalnya minum minuman bersoda secara berlebihan.
"Makannya berlebihan tetapi olahraganya tidak pernah. Selain itu ada faktor lain yang menyebabkan orang sulit mengurangi berat badan itu. Bisa karena obat-obatan yang berpengaruh ke hormonal, stres, atau faktor genetik," paparnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Dari pengalaman George, mengonsumsi segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Apalagi jika konsumsi gula tidak diimbangi dengan olahraga cukup.
(lil/vit)











































