Jumat, 26 Des 2014 11:27 WIB

Hati-hati, 6 Kesalahan Saat Makan Yoghurt Ini Bisa Bikin Gemuk

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sebagai salah satu produk olahan susu yang cukup populer, yoghurt dianggap memiliki nilai gizi yang baik dan dapat membantu proses penurunan berat badan secara sehat. Eits jangan salah, jika keliru saat mengonsumsinya asupan ini justru bisa bikin bobot naik.

Kesalahan utama yang sering dilakukan adalah terlalu fokus pada hitungan kalori dan melupakan protein. Jangan hanya melihat berapa banyak kalori yang terkandung dalam sebuah kemasan yoghurt, pastikan Anda memeriksa kadar proteinnya juga. Sebuah yoghurt dapat mengklaim mengandung 100 kalori tetapi hanya dilengkapi dengan 6 gram protein.

Dalam hal ini, akan lebih baik jika Anda memilih produk yoghurt lain yang mengandung sedikit lebih banyak kalori namun juga memiliki 12 sampai 15 gram protein. Dengan begitu, Anda juga akan kenyang lebih lama sampai pada waktu makan berikutnya.

Kesalahan lainnya adalah menambahkan pelengkap terlalu banyak. Yoghurt akan jauh lebih baik jika dikonsumsi dengan rasa plain, juga sebaiknya diberi sedikit saja pelengkap. Misalnya sedikit madu untuk menambah rasa manis, sedikit sereal untuk menambah tekstur atau buah untuk menambah kesegaran.

Namun jika pelengkap yang Anda masukkan terlalu banyak, nilai gizi yoghurt sebagai camilan sehat justru berubah menjadi setara makanan berat dan membuat asupan kalori menjadi berlebihan.

Ketiga, bijaklah dalam mengambil porsi yoghurt. Meskipun diklaim sebagai camilan sehat, bukan berarti Anda bebas mengonsumsi yoghurt tanpa batasan porsi. Bagaimanapun juga yoghurt juga mengandung gula dan lemak dari susu, sehingga sebaiknya tetap dikonsumsi sesuai batas. Dianjurkan Anda mengonsumsi yoghurt maksimal enam sendok makan per hari.

Konsumsi satu porsi yoghurt atau sekitar 28 gram per hari dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes sebanyak 18 persen. Hasil penelitian sebelumnya memang menunjukkan kalsium, magnesium, atau asam lemak tertentu dimiliki oleh produk susu dan dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Namun diyakini bakteri probiotik yang ditemukan di yoghurt dapat meningkatkan status antioksidan pada orang dengan diabetes tipe 2.

"Kami menemukan bahwa asupan tinggi dari yoghurt dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, sedangkan konsumsi produk susu lainnya tidak menunjukkan hubungan ini. Ini berarti yoghurt dapat dipertimbangkan untuk masuk dalam pilihan menu diet yang sehat," ungkap Prof Frank Hu dari Harvard School of Public Health, seperti dikutip dari jurnal BMC Medicine, Jumat (26/12/2014).

(ajg/vit)