Jakarta -
Konstipasi atau sulit buang air besar (BAB) membuat perut terasa sakit dan melilit. Jika sudah begitu, tentunya akan berdampak kepada aktivitas Anda sehari-hari.
Untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Senin (26/1/2015).
1. Makan Pepaya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Kurangnya asupan serat juga ditengarai merupakan penyebab sulit BAB. Karena itu dokter menyarankan agar kebutuhan serat untuk tubuh harus dipenuhi tiap harinya, dengan makan buah-buahan atau sayuran misalnya.
Salah satu buah yang paling baik untuk melancarkan BAB adalah pepaya. Pepaya dipercaya mempunyai kandungan serat yang tinggi dan bersifat melembabkan feses.
2. Minum Air Putih
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Kurang minum air putih menjadi penyebab utama seseorang sulit BAB. Untuk itu, sebaiknya penuhi kebutuhan air putih 2 liter per hari.
Minum air putih ketika menjelang tidur dan bangun tidur juga membantu kelancaran BAB. Minum air putih di pagi hari ketika bangun akan membuat saluran pencernaan kontraksi dan membantu kelancaran buang air besar.
3. Minum Soda
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Penggunaan soda untuk melancarkan buang air besar sebenarnya bukan hal baru. Di dunia medis, air putih yang dikarbonasi sering disebut sebagai sparkling water atau carbonated water.
Reaksi letupan yang dirasakan ketika minum soda tak hanya menyegarkan tenggorakan, namun juga dipercaya membuat perut dan saluran pencernaan terasa lebih nyaman.
4. Gunakan Toilet Jongkok
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Manfaat toilet jongkok sebagian besar berasal dari peningkatan sudut anorektal, yaitu penegakan tabung yang dilalui tinja untuk keluar dari tubuh. Sambil duduk, lintasan ini menjadi bengkok sehingga membutuhkan lebih banyak usaha untuk memungkinkannya dilewati oleh kotoran. Sedangkan posisi jongkok meluruskan sudut anorektal, sehingga buang air besar menjadi lebih mudah.
Selain itu, posisi duduk menyebabkan rektum terbatasi oleh otot puborectalis. Otot ini sangat penting dalam menjalani kegiatan harian, karena memungkinkan untuk mengontrol Anda melepaskan perut, tetapi dapat menjadi penghalang ketika tiba saatnya untuk menggunakan kamar mandi untuk buang air besar.
Kurangnya asupan serat juga ditengarai merupakan penyebab sulit BAB. Karena itu dokter menyarankan agar kebutuhan serat untuk tubuh harus dipenuhi tiap harinya, dengan makan buah-buahan atau sayuran misalnya.
Salah satu buah yang paling baik untuk melancarkan BAB adalah pepaya. Pepaya dipercaya mempunyai kandungan serat yang tinggi dan bersifat melembabkan feses.
Kurang minum air putih menjadi penyebab utama seseorang sulit BAB. Untuk itu, sebaiknya penuhi kebutuhan air putih 2 liter per hari.
Minum air putih ketika menjelang tidur dan bangun tidur juga membantu kelancaran BAB. Minum air putih di pagi hari ketika bangun akan membuat saluran pencernaan kontraksi dan membantu kelancaran buang air besar.
Penggunaan soda untuk melancarkan buang air besar sebenarnya bukan hal baru. Di dunia medis, air putih yang dikarbonasi sering disebut sebagai sparkling water atau carbonated water.
Reaksi letupan yang dirasakan ketika minum soda tak hanya menyegarkan tenggorakan, namun juga dipercaya membuat perut dan saluran pencernaan terasa lebih nyaman.
Manfaat toilet jongkok sebagian besar berasal dari peningkatan sudut anorektal, yaitu penegakan tabung yang dilalui tinja untuk keluar dari tubuh. Sambil duduk, lintasan ini menjadi bengkok sehingga membutuhkan lebih banyak usaha untuk memungkinkannya dilewati oleh kotoran. Sedangkan posisi jongkok meluruskan sudut anorektal, sehingga buang air besar menjadi lebih mudah.
Selain itu, posisi duduk menyebabkan rektum terbatasi oleh otot puborectalis. Otot ini sangat penting dalam menjalani kegiatan harian, karena memungkinkan untuk mengontrol Anda melepaskan perut, tetapi dapat menjadi penghalang ketika tiba saatnya untuk menggunakan kamar mandi untuk buang air besar.
(mrs/up)