Meski Populer, 5 Mitos Tentang Makanan Ini Tak Harus Dipercaya

Meski Populer, 5 Mitos Tentang Makanan Ini Tak Harus Dipercaya

- detikHealth
Selasa, 26 Mei 2015 17:07 WIB
Meski Populer, 5 Mitos Tentang Makanan Ini Tak Harus Dipercaya
Jakarta - Di masyarakat umum terdapat berbagai anggapan-anggapan yang diyakini berkaitan dengan makanan dan kesehatan. Beberapa mitos makanan ada yang terbukti benar dari segi medis. Namun, terdapat beberapa anggapan yang ternyata keliru.

Seperti yang dikutip dari Fox News pada Selasa (26/5/2015), Susan Tucker, penasihat nutrisi, mengungkapkan terdapat lima mitos yang perlu diragukan. Berikut kelima mitos tersebut:

1. 'Saya perlu detoks'

Detoks atau melunturkan racun dalam tubuh kini sedang populer. "Sebagai penasihat nutrisi, orang-orang sering bertanya jika mereka ingin melakukan detoks," ujar Tucker. "Saya selalu memulai menanyakan kepada mereka mengapa mereka membutuhkannya.  Dalam dunia diet, kita tidak perlu melakukan proses tersebut. Kita perlu makan makanan yang bersih, menyeimbangkan diet, istirahat yang cukup, dan mengatur stres," imbuhnya.

"Jika kita bergantung pada detoks, kita tidak akan pernah mengatur cakupan makanan setiap hari dan diet," ucapnya. Perlu diingat, sistem tubuh kita memiliki sistem pembersihan alami yang luar biasa, kita hanya perlu belajar bagaimana cara kerjanya. Kita bisa menambahkan detoks yang sedikit kepada diet, misalnya meminum air lemon hangat di pagi hari, mengonsumsi sayuran mentah setiap hari, banyak makan sayuran hijau, makan buah segar dan minum jus segar, serta minum air putih.

2. Semua gula sama

"Tidak semua gula sama," ucap Tucker. "Gula yang berasal dari sumber alami menyediakan nutrisi dan elemen tambahan yang meringankan bahaya dari efek gula dan cenderung membantu tingkat gula darah menjadi seimbang," imbuhnya.

Secara luar biasa, serat dalam buah mengantar keluar racun dan kolestorel dari sistem. Jadi, tidak ada yang salah dengan menginginkan makan yang manis-manis ketika diet.

Baca juga: Minum Soda Susu Bisa 'Bersihkan' Paru-paru Perokok, Mitos atau Fakta?

3. Vegetarian kekurangan nutrisi

Ketika Anda memutuskan menjadi vegetarian, banyak yang mempertanyakan apakah protein Anda tercukupi. Ini karena kebanyakan orang menghubungkan protein dengan produk hewan saja. Padahal asupan lain seperti gandum, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan tanaman polong juga bisa mencukupi protein yang Anda butuhkan. Selain itu makanan itu juga mengandung vitamin D dan B12. Memakan beragam jenis tumbuh-tumbuhan adalah kunci keseimbangan nutrisi dan menyuplai nutrisi makro (protein, lemak, karbohidrat) dan nutrisi mikro (mineral, vitamin, antioksidan).

4. Kedelai itu berbahaya

"Ketakutan terhadap kedelai berasal dari kesalahpahaman mengenai fitoestrogen dan estrogen," ucap Tucker. "Orang menghindari kedelai agar tidak terkena kanker, karena kedelai mengandung isoflavon, estrogen tanaman (fitoestrogen), yang sebenarnya bukanlah hormon estrogen. Secara struktur, keduanya mirip, namun memilii fungsi yang berbeda," ungkap Tucker.

Kedelai memiliki manfaat nutrisi yakni sumber protein, serat dan antioksidan yang baik. Kedelai juga mengandung vitamin K yaitu nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang. Pilihan terbaik dari kedelai adalah edamame, tempe dan miso, dan tahu. Dan sebaiknya pilihlah kedelai organik yang tidak memiliki campuran lain.

5. Makan sehat itu mahal

Banyak orang mengatakan bahwa makan yang bersih dan sehat itu mahal. Namun, sebenarnya itu semua kembali kepada prioritas Anda. "Ubahlah cara melihat Anda menjadi makanan sebagai obat dan investasi kesehatan, sehingga Anda tidak akan merasa makan sehat itu mahal," ujar Tucker.

Selain itu, banyak supermarket yang menjual makanan sehat dan harga yang lebih rendah. Makanan alami seperti gandum, polong, kacang-kacangan, madu, kopi, dan lainnya juga bisa dibeli dalam jumlah besar. Anda juga bisa lebih berhemat dan tetap memakan makanan sehat dengan berbelanja di pasar tradisional. Cara lainnya adalah membawa makan siang sendiri daripada membeli makanan di luar yang belum tentu higienis dan sehat.

Baca juga: Kasihan Telur! Nutrisinya Nyaris Sempurna Tapi Dimitoskan Bikin Bisul

Halaman 2 dari 6
Detoks atau melunturkan racun dalam tubuh kini sedang populer. "Sebagai penasihat nutrisi, orang-orang sering bertanya jika mereka ingin melakukan detoks," ujar Tucker. "Saya selalu memulai menanyakan kepada mereka mengapa mereka membutuhkannya.  Dalam dunia diet, kita tidak perlu melakukan proses tersebut. Kita perlu makan makanan yang bersih, menyeimbangkan diet, istirahat yang cukup, dan mengatur stres," imbuhnya.

"Jika kita bergantung pada detoks, kita tidak akan pernah mengatur cakupan makanan setiap hari dan diet," ucapnya. Perlu diingat, sistem tubuh kita memiliki sistem pembersihan alami yang luar biasa, kita hanya perlu belajar bagaimana cara kerjanya. Kita bisa menambahkan detoks yang sedikit kepada diet, misalnya meminum air lemon hangat di pagi hari, mengonsumsi sayuran mentah setiap hari, banyak makan sayuran hijau, makan buah segar dan minum jus segar, serta minum air putih.

"Tidak semua gula sama," ucap Tucker. "Gula yang berasal dari sumber alami menyediakan nutrisi dan elemen tambahan yang meringankan bahaya dari efek gula dan cenderung membantu tingkat gula darah menjadi seimbang," imbuhnya.

Secara luar biasa, serat dalam buah mengantar keluar racun dan kolestorel dari sistem. Jadi, tidak ada yang salah dengan menginginkan makan yang manis-manis ketika diet.

Baca juga: Minum Soda Susu Bisa 'Bersihkan' Paru-paru Perokok, Mitos atau Fakta?

Ketika Anda memutuskan menjadi vegetarian, banyak yang mempertanyakan apakah protein Anda tercukupi. Ini karena kebanyakan orang menghubungkan protein dengan produk hewan saja. Padahal asupan lain seperti gandum, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan tanaman polong juga bisa mencukupi protein yang Anda butuhkan. Selain itu makanan itu juga mengandung vitamin D dan B12. Memakan beragam jenis tumbuh-tumbuhan adalah kunci keseimbangan nutrisi dan menyuplai nutrisi makro (protein, lemak, karbohidrat) dan nutrisi mikro (mineral, vitamin, antioksidan).

"Ketakutan terhadap kedelai berasal dari kesalahpahaman mengenai fitoestrogen dan estrogen," ucap Tucker. "Orang menghindari kedelai agar tidak terkena kanker, karena kedelai mengandung isoflavon, estrogen tanaman (fitoestrogen), yang sebenarnya bukanlah hormon estrogen. Secara struktur, keduanya mirip, namun memilii fungsi yang berbeda," ungkap Tucker.

Kedelai memiliki manfaat nutrisi yakni sumber protein, serat dan antioksidan yang baik. Kedelai juga mengandung vitamin K yaitu nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang. Pilihan terbaik dari kedelai adalah edamame, tempe dan miso, dan tahu. Dan sebaiknya pilihlah kedelai organik yang tidak memiliki campuran lain.

Banyak orang mengatakan bahwa makan yang bersih dan sehat itu mahal. Namun, sebenarnya itu semua kembali kepada prioritas Anda. "Ubahlah cara melihat Anda menjadi makanan sebagai obat dan investasi kesehatan, sehingga Anda tidak akan merasa makan sehat itu mahal," ujar Tucker.

Selain itu, banyak supermarket yang menjual makanan sehat dan harga yang lebih rendah. Makanan alami seperti gandum, polong, kacang-kacangan, madu, kopi, dan lainnya juga bisa dibeli dalam jumlah besar. Anda juga bisa lebih berhemat dan tetap memakan makanan sehat dengan berbelanja di pasar tradisional. Cara lainnya adalah membawa makan siang sendiri daripada membeli makanan di luar yang belum tentu higienis dan sehat.

Baca juga: Kasihan Telur! Nutrisinya Nyaris Sempurna Tapi Dimitoskan Bikin Bisul

(Ajeng Anastasia Kinanti/Ajeng Anastasia Kinanti)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads