Perhatikan, 6 Kondisi Ini Pada Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit

Perhatikan, 6 Kondisi Ini Pada Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit

Nita Sari - detikHealth
Senin, 08 Jun 2015 09:12 WIB
Perhatikan, 6 Kondisi Ini Pada Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Anda mungkin terganggu saat melihat kuku mudah rapuh atau rambut yang semakin menipis. Kondisi yang Anda rasakan itu bisa jadi mengindikasikan 'sesuatu' tentang kesehatan Anda.

"Ada hubungan antara apa yang terlihat di luar dan yang terjadi dalam tubuh kita," ucap dr Ramsey Markus, asisten profesor dermatologi di Baylor College of Medicine di Houston, seperti yang dikutip dari Fox News pada Senin (8/6/2015).

Berikut enam kondisi yang dapat memberi petunjuk kesehatan Anda:

1. Rambut wajah atau rambut tubuh yang tebal dan gelap

Kondisi ini mungkin berarti Anda memiliki Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau gangguan hormonal. "Kita tidak berbicara mengenai beberapa helaian tipis, tetapi rambut yang seperti 'mantel' tebal," ucap dr Zoe Stallings, dokter keluarga di Duke Medicine, Durham.

Rambut tersebut cenderung tumbuh di tempat-tempat yang umum seperti pipi, dagu, dada, dan lainnya, dan tumbuh karena peningkatan kadar hormon yang merupakan gejala umum dari gangguan endokrin PCOS, yang dapat meningkatkan risiko infertilitas dan diabetes. Pil KB dan perubahan gaya hidup untuk mengurangi berat badan dapat mengurangi gejala. Anda juga dapat menggunakan steroid untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormon atau krim yang mencegah pertumbuhan rambut wajah.

2. Kuku rapuh

Kemungkinan Anda memiliki jamur pada kuku sebab pada dasarnya kuku adalah 'rumah' yang sempurna bagi jamur. Ketika parasit masuk ke kuku, kuku kita mulai terbelah atau rapuh di ujung-ujungnya.

Kita bisa membatasi ekpos kuku dari kelembaban dengan menggunakan sarung tangan saat mencuci piring. Kuku rapuh juga bisa disebabkan oleh kebiasaan mencuci tangan yang terlalu 'kuat'. Vitamin yang mengandung keratin dapat memperbaiki kuku dan menguatkannya.

3. Sisik merah pada kulit

Kondisi ini dapat berarti Anda memiliki psoriasis yang merupakan salah satu penyakit kulit. Psoriasis adalah gangguan autoimun yang dapat muncul pada segala umur dan dihubungkan dengan inflmasi atau peradangan.

Gejala umumnya adalah luka yang biasanya terdapat di kulit kepala, siku, dan lutut. Bahkan berdasarkan penelitian, psoriasis yang parah juga dihubungkan dengan penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Timbul Ruam di Kulit dan Bersisik Usai Minum Obat? Hati-hati Eritroderma

4. Jerawat yang 'gigih'

Jerawat yang ada tidak kunjung hilang dan terus tumbuh dapat berarti adanya ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada remaja. "Jerawat dapat terulang selama perimenopause," ucap dr Jennifen Chen, asisten profesor dermatologi di Stanford School of Medicine.

Ketika tingkat estrogen dan progesteron menurun, ketidakseimbangan hormon dapat mendorong produksi minyak penyumbat pori. "Seperti menopause, jerawat beragam pada durasi dan intensitasnya," ucap Chen. Ia menambahkan bahwa jerawat sering muncul di bagian rahang. Kabar baiknya adalah pengobatan untuk mencegah jerawat telah ada dan Anda hanya perlu proaktif untuk menanganinya.

5. Kulit kering dan kotor

Anda pasti merasa tak nyaman melihat kulit yang selalu terlihat kering dan 'kotor'. Kondisi tersebut dapat berarti bahwa Anda kekurang omega-3. "Semakin bertambahnya umur, kelenjar sebaceous memproduksi sedikit minyak yang melumasi kulit," ujar dr Valori Treloar.

Asam lemak omega-3 membantu penampilan sehat karena melindungi kulit dari perkembangan inflamasi. Jika Anda kekurangan omega-3, kulit akan menjadi gatal dan terlihat kotor. Makanlah makanan yang kaya omega-3 seperti kenari, lenan, dan ikan, atau gunakan suplemen minyak ikan.

6. Rambut tipis

Kondisi rambut tipis dapat dikaitkan dengan hypothyroidism atau gangguan pada kelenjar tiroid. Ketika kelenjar tiroid kurang aktif, banyak folikel rambut akan 'beristirahat'. Sehingga proses pertumbuhan rambut terhambat. Hormon sintetis dan obat lainnya dapat menangani kondisi ini.

Selain itu, rambut tipis juga bisa disebabkan oleh rendahnya hormon estrogen. Bagi perempuan menopause, multi kompleks B dan kolagen dapat menangani rambut tipis.
Halaman 7 dari 7
(ajg/ajg)

Berita Terkait