Aktivitas Harian yang Sering Dilakukan dan Bisa Picu Nyeri Sendi

Aktivitas Harian yang Sering Dilakukan dan Bisa Picu Nyeri Sendi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 10 Jun 2015 07:35 WIB
Aktivitas Harian yang Sering Dilakukan dan Bisa Picu Nyeri Sendi
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Nyeri di bagian sendi pastinya akan mengganggu aktivitas jika terjadi dalam waktu lama. Apalagi, dalam keseharian, kerap dilakukan beberapa kebiasaan yang ketika dikombinasikan dengan faktor lain bisa memicu nyeri pinggang.

Nah, berikut ini beberapa kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan dan bisa memicu nyeri otot dan sendi seperti ditulis detikHealth pada Rabu (10/6/2015)

1. Menyangga telepon dengan leher

dr Ferius Soewito, SpKFR, QWP mengatakan menyangga telepon dengan posisi dijepit antara leher dan kepala pasti akan berpengaruh pada leher. Dikatakan dr Feri, otot leher pasti akan kena memendek kemudian sirkulasi darah terganggu hingga metabolit tidak keluar dan akhirnya leher terasa kaku.

"Bisa juga vertigo. Ekstremnya begini, dalam posisi leher miring lalu kita disuruh jalan, pasti akan menggaggu. Bisa juga risiko saraf terjepit," kata dr Feri dalam  Press Conference Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic di Hotel Akmani, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Untuk mengatasi kaku leher akibat kebiasaan menelepon, lakukan stretching. Jika leher terbiasa menekuk ke kiri maka tekukkan ke kanan selama 4-5 hitungan.

2. Membungkuk saat akan mengangkat sesuatu

dr Feri mengatakan saat akan mengangkat sesuatu atau menggendong anak, posisi tubuh yang tepat bukannya membungkukkan badan lalu mengangkat beban. Justru, posisi yang tepat yakni menurunkan badan dengan posisi tetap tegak, baru mengangkat beban dan kembali berdiri.

3. Mengetik dengan posisi pergelangan tangan tidak sejajar

Saat mengetik menggunakan keyboard atau laptop, dr Feri menegaskan usahakan tangan dalam posisi netral, sehingga pergelangan tangan tidak tertekuk hingga muncul risiko saraf kejepit.

"Posisi tangan lebih netral. Jangan laptopnya ditinggikan sehingga tangannya tetap menekuk ya, sama aja itu. Lebih baik pakai bantalan seperti yang untuk mouse atau kain misalnya supaya posisi pergelangan tangan bisa lurus," uvap dr Feri.

4. Posisi duduk asal-asalan

Untuk kondisi duduk yang ergonomis, menurut dr Feri uahakan layar komputer sejajar dengan mata. Tempat duduk pun posisinya menumpu ke tulang panggul, jangan di sakrum. Usahakan pula menggunakan bangku yang bisa menjaga kontur tulang belakang tetap baik.

Kontur tulang belakang yang normal yakni tulang dada agak membungkuk, sedangkan tulang pinggang agak membusung. "Kalau kebiasaan kaki ditekuk baiknya posisi kakinya diubah-ubah ya biar nggak pegal. Saat sudah terasa pegal jangan lupa lakukan stretching dengan berdiri lalu menekuk kaki dan paha, seenggaknya 30 menit sekali lah," kata dr Feri.

Ia menambahkan, olahraga aerobik bisa dijadikan olahraga pilihan karena mampu meningkatkan sirkulasi darah.

5. Tidak mengontrol kolesterol

dr Feri mengatakan diabetes dan kolesterol yang tidak terkontrol juga bisa menimbulkan gangguan otot. Saat kadar kolesterol tinggi, akan ada sumbatan di pembuluh darah, termasuk pembuluh darah mikrovaskular. Nah, sumbatan itu nyatanya juga terjadi di otot. Apalagi, mengingat otot  butuh sirkulasi yang baik untuk bisa mengeluarkan metabolit yang dihasilkan saat bekerja.

"Otot juga butuh oksigen, nutrisi, kalsium, supaya kerjanya optimal. Kalau terganggu fungsinya juga menurun. Untuk penanganan kondisi seperti ini bisa dengan kerja sama dengan dokter internis," kata dr Feri.

Hadir dalam kesempatan yang sama, dr Arif Soemarjono, SpKFR, FACSM menegaskan ada hubungan antara pegal atau nyeri otot dengan tingginya kadar kolesterol atai gula darah. "Tapi tidak selalu. Ada hubungan sindroma metabolik seperti kolesterol, obesitas, dengan nyeri otot. Tapi jangan dianggap semua kasus pegal karena asam urat dan kadar kolesterol yang naik," tegasnya.
Halaman 5 dari 6
(rdn/vit)

Berita Terkait