Selasa, 23 Jun 2015 07:30 WIB

Sang Anak Idap Atresia Billier, Ayah Ini Donorkan Sebagian Hatinya

Andara Nila Kresna - detikHealth
New York, AS - Semua ayah pasti rela berkorban demi anaknya. Begitu pula yang dilakukan Brian Munn. Hari minggu lalu Brian merayakan hari ayah setelah menyumbangkan sebagian dari hatinya untuk menyelamatkan anaknya yang lahir dengan kondisi antresia bilier.

Atresia bilier adalah peradangan hati yang menyebabkan saluran empedu akan diblokir dan memengaruhi fungsi hati. Tiga bulan setelah Caleb lahir, kedua orang tuanya yaitu Brian dan Brittany membawanya ke Montefiore Medical Center di Bronx New York. Hasil dari pemeriksaan Caleb menunjukka ia mengalami penyakit hati stadium akhir.

"Saya tak pernah menduga hal ini terjadi pada anak saya. Keluarga pun tak pernah menyangka semuanya akan terjadi separah itu," ucap Brittany, dikutip dari Fox News, Selasa (23/6/2015)

Dr Milan Kinkhabwala, kepala divisi transplantasi di Montefiore Einstein Center mengatakan bahwa atresia bilier jarang terjadi pada bayi namun menjadi salah satu penyebab yang paling umum dari penyakit hati yang terjadi pada bayi. Caleb menjalani operasi kasai yang bertujuan menggantikan saluran empedu yang telah terblokir oleh usus bayi dan dibuatkan saluran baru.

Caleb pulang ke Binghamton NY namun satu bulan kemudian ia dilarikan kembali ke Montefiore. Sesampainya di sana, dokter menyadari hasil operasi tersebut tak sempurna sehingga membutuhkan transplantasi. Selain itu dokter juga menyadari bahwa kondisinya lebih buruk dari yang mereka perkirakan. Caleb mengalami kekurangan gizi dan kemungkinan itu disebabkan oleh efek samping dari pengobatan.

Baca juga : Pria-pria Tangguh Ini Rela Hatinya Dipotong Demi Bayinya

Caleb membutuhkan transplantasi hati sesegera mungkin karena dokter takut ia tak akan bertahan saat menunggu donor organ baru. Brian mengurungkan niatnya karena memiliki golongan darah yang berbeda dengan Caleb. Sementara Brittany memang memiliki golorangan darah yang sama dengan anaknya namun ia tak diperbolehkan mendonor karena belum genap enam bulan pasca melahirkan.

Brian tak pernah tahu bahwa ternyata anak-anak di bawah usia 1 tahun boleh menerima transplantasi organ dari pendonor yang memiliki golongan darah yang berbeda. Hal tersebut didukung oleh sebuah fakta bahwa bayi berusia kurang dari 1 tahun belum mengembangkan antibodi yang berfungsi untuk menolak organ baru. Itu tandangnya dokter bisa melakukan transplantasi. Bayi harus diberi Rituxan yaitu obat khusus untuk mencegah penolakan antibodi di masa depan.

Brian mengatakan bahwa pada hari itu ia akan siap untuk naik ke meja operasi setelah berbagai pemeriksaan. Setelah diuji untuk kompatibilitas dan empat hari kemudian tes mengatakan bahwa hati Brian sangat cocok untuk buah hatinya. Pada 20 Maret 2015 Brian Munn dan Caleb menjalani operasi pencangkokan hati. Brian pulih dengan mudah namun Caleb harus menjalani operasi kedua pada hari berikutnya untuk menghilangkan pembekuan pada hatinya.

Hal buruk terjadi, perut buncit Caleb berubah menjadi keras lantas ia dilarikan ke ruang operasi kembali. Kali ini tim medis menemukan kebocoran empedu besar namun mereka mampu memperbaikinya dan kemudian kondisi Caleb mulai pulih. Pada 13 April 2015 Caleb akhirnya diperbolehkan pulang. Kini, Caleb masih berada di bawah penanganan dokter anak lokal yang akan memantau kondisi tubuhnya.

Baca juga : Daftar Penyakit Hati yang Bisa Dialami Anak Sejak Masih Bayi

(rdn/rdn)