Jakarta -
Bila terdeteksi sejak dini, insomnia dapat segera disembuhkan hanya dengan beberapa kali terapi saja. Masalahnya, tak semua orang bisa mengidentifikasi apakah dirinya terserang insomnia atau tidak.
"Sesuatu yang sebenarnya mengganggu saat tidur dan sering terjadi, lama-lama akan menjadi sesuatu yang sulit untuk diperbaiki," kata salah seorang pakat tidur, Jason Ellis, PhD.
Lantas seperti apa lima masalah dalam tidur yang kerap disepelekan? Simak paparannya seperti dikutip dari Men's Health, Sabtu (27/6/2015) berikut ini.
1. Sering terbangun di tengah malam
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Pakat tidur W Christopher Winter, MD mengatakan, sering terbangun di tengah malam menandakan bahwa Anda mengidap sleep apnea. "Saat tidur, saluran pernapasan Anda tertutup dan memaksa otak untuk memilih antara bernapas dengan normal dan tetap terlelap. Tentu saja otak akan memilih yang pertama dan ini artinya Anda akan terbangun tiba-tiba," jelasnya.
Namun tak peduli apakah Anda terbangun tiap 5 menit atau tiap jam, yang pasti jika Anda mengalami hal ini, segera temui dokter.
2. Bangun dari mimpi buruk
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Dr Winter mengatakan kerap terbangun karena mimpi buruk juga jadi indikator lain adanya sleep apnea. "Mimpi buruk ini sebenarnya semacam gangguan pada REM atau fase terdalam saat tidur. Saat itu otot-otot yang seharusnya menjaga agar saluran pernapasan tetap terbuka tiba-tiba lumpuh dan kolaps," terangnya.
Hanya saja otak menangkap kondisi itu seperti Anda sedang kehabisan napas. "Tapi sebenarnya Anda hanya kena sleep apnea," imbuhnya.
3. Pusing di pagi hari
Menurut Dr Winter, migrain di pagi hari juga bisa berarti Anda mengidap sleep apnea ringan yang disebut 'upper airway resistance syndrome'. "Karena Anda tidak dapat bernapas dengan baik saat tidur, otomatis karbon dioksida yang terbuang juga tidak maksimal. Jika dibiarkan, ini akan memicu migrain saat bangun," katanya.
Salah satu trik untuk mencegah terjadinya hal ini adalah tidak menutup wajah dengan selimut. "Anda akan terjebak dalam selimut yang penuh dengan karbon dioksida," imbuhnya.
4. Gigi bergemeretak
Gigi bergemeretak saat tidur ternyata tak ada hubungannya dengan gangguan pada mulut atau gigi sendiri, melainkan karena stres. "Ketika ada sesuatu yang mengganggu Anda, tanpa sadar Anda akan terbangun dan 'melampiaskannya' dengan menggeretakkan gigi," papar Dr Winter.
Tahu-tahu di pagi hari rahang Anda terasa nyeri.
5. Tak ingat dengan apa yang dilakukan semalam
Kecuali Anda berada di bawah pengaruh alkohol, sesuatu yang Anda lakukan tanpa Anda ingat memang benar adanya, dan sering disebut dengan 'parasomnia'. Perilaku ini kadang dapat menyakiti diri Anda sendiri maupun pasangan.
Bahkan pada sebagian orang, perilaku ini bisa memburuk hingga mengarah pada berjalan dalam tidur (sleep walking), menyetir dalam tidur (sleep driving), termasuk bercinta dalam tidur (sleep sexing).
Pakat tidur W Christopher Winter, MD mengatakan, sering terbangun di tengah malam menandakan bahwa Anda mengidap sleep apnea. "Saat tidur, saluran pernapasan Anda tertutup dan memaksa otak untuk memilih antara bernapas dengan normal dan tetap terlelap. Tentu saja otak akan memilih yang pertama dan ini artinya Anda akan terbangun tiba-tiba," jelasnya.
Namun tak peduli apakah Anda terbangun tiap 5 menit atau tiap jam, yang pasti jika Anda mengalami hal ini, segera temui dokter.
Dr Winter mengatakan kerap terbangun karena mimpi buruk juga jadi indikator lain adanya sleep apnea. "Mimpi buruk ini sebenarnya semacam gangguan pada REM atau fase terdalam saat tidur. Saat itu otot-otot yang seharusnya menjaga agar saluran pernapasan tetap terbuka tiba-tiba lumpuh dan kolaps," terangnya.
Hanya saja otak menangkap kondisi itu seperti Anda sedang kehabisan napas. "Tapi sebenarnya Anda hanya kena sleep apnea," imbuhnya.
Menurut Dr Winter, migrain di pagi hari juga bisa berarti Anda mengidap sleep apnea ringan yang disebut 'upper airway resistance syndrome'. "Karena Anda tidak dapat bernapas dengan baik saat tidur, otomatis karbon dioksida yang terbuang juga tidak maksimal. Jika dibiarkan, ini akan memicu migrain saat bangun," katanya.
Salah satu trik untuk mencegah terjadinya hal ini adalah tidak menutup wajah dengan selimut. "Anda akan terjebak dalam selimut yang penuh dengan karbon dioksida," imbuhnya.
Gigi bergemeretak saat tidur ternyata tak ada hubungannya dengan gangguan pada mulut atau gigi sendiri, melainkan karena stres. "Ketika ada sesuatu yang mengganggu Anda, tanpa sadar Anda akan terbangun dan 'melampiaskannya' dengan menggeretakkan gigi," papar Dr Winter.
Tahu-tahu di pagi hari rahang Anda terasa nyeri.
Kecuali Anda berada di bawah pengaruh alkohol, sesuatu yang Anda lakukan tanpa Anda ingat memang benar adanya, dan sering disebut dengan 'parasomnia'. Perilaku ini kadang dapat menyakiti diri Anda sendiri maupun pasangan.
Bahkan pada sebagian orang, perilaku ini bisa memburuk hingga mengarah pada berjalan dalam tidur (sleep walking), menyetir dalam tidur (sleep driving), termasuk bercinta dalam tidur (sleep sexing).
(lll/up)