Selasa, 22 Sep 2015 10:14 WIB

Waktu Olahraga yang Tepat untuk Bantu Hilangkan Lemak di Perut

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Hlib Shabashnyi Foto: Hlib Shabashnyi
Jakarta - Lemak yang menumpuk di perut memang menyebalkan. Olahraga pun sering dijadikan senjata untuk mengenyahkan lemak di perut. Nah, jika hal ini terjadi bisa saja lemak di perut tak kunjung hilang karena ada kesalah dalam program olahraga yang dilakukan.

Diungkapkan Dr dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, CHT, ABAARM dipl, menjadi hal yang tidak tepat jika seseorang berolahraga pagi, tapi sebelum makan. Justru yang ada sesudah olahraga, perut terasa lebih lapar.

"Biasanya kalau di kita kan sarapan paginya iniĀ  nasi uduk, bubur ayam, lontong sayur nah yang dimakan itu tadi komposisi utamanya karbohidrat. Sehingga gula darah naik dengan cepat. Nah itu yang harus dihindari," kata dr Aris di sela-sela temu media 'Mediabetea' di Hotel Borobudur, Jakarta, dan ditulis pada Selasa (22/9/2015)

Baca juga: Terlalu Banyak Lemak di Perut, Ini Efek Negatifnya Bagi Tubuh

Maka dari itu, jika ingin berolahraga dengan tujuan mengecilkan perut, amat tidak disarankan jika dilakukan sebelum makan pagi. Setidaknya, olahraga dilakukan 1 jam setelah makan pagi. Amat disarankan berolahraga di kam 3-5 sore. Misalnya dengan berjalan kaki atau bersepeda.

dr Aris mengatakan, jika olahraga timingnya tidak tepat, justru akan merusak kesehatan. Nah, olahraga tepat dilakukan di jam 3-5 sore karena kala itu sudah tidak ada lagi makanan di perut. Sebab, makanan sudah masuk ke usus dan diserap, sehingga aktivitas fisik lebih enak dilakukan.

"Jangan pula langsung olahraga sehabis makan karena setelah makan pembuluh darah terkonsentrasi di usus, kalau dibuat olahraga, jadi kacau. Perut penuh dibuat beraktivitas fisik, juga bikin muntah. Sebaiknya dijeda 1 jam jika mau olahraga setelah makan," kata dr Aris.

Untuk itu, disarankan olahraga 5 kali seminggu dengan durasi 30-45 menit. Usahakan, denyut nadi per menit bisa dipertahankan dengan rumus 220 dikurangi umur, lalu dikali 0,65-0,7. "Kalau denyut nadinya di atas itu, yang dibakar bukan lemak tapi karbohidrat. Kalau kurang, nggak bermanfaat," pungkas dr Aris.

(rdn/up)