3 Hal yang Menunjukkan Anda Tidak Serius Saat Olahraga

3 Hal yang Menunjukkan Anda Tidak Serius Saat Olahraga

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 03 Des 2015 09:08 WIB
3 Hal yang Menunjukkan Anda Tidak Serius Saat Olahraga
Foto: thinkstock
Jakarta - Olahraga dan aktivitas lainnya penting dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh dan menghindari berbagai risiko penyakit mematikan. Agar efeknya maksimal, harus dilakukan dengan serius.

Sayangnya, tidak ada alat khusus untuk mengukur tingkat keseriusan seseorang saat olahraga. Faktor bosan, malas, atau bahkan juga ketidaktahuan membuat beberapa orang berolahraga hanya seperti formalitas. Berkeringat, tapi tidak mendapatkan manfaat.

Agar olahraga tidak sia-sia, kenali beberapa tanda berikut ini, seperti dirangkum pad Kamis (3/12/2015). Jika mengalaminya, coba tingkatkan intensitasnya atau pikirkan olahraga lain yang lebih menantang.

1. Denyut jantung tidak meningkat

Foto: thinkstock
Saat olahraga, diharapkan denyut jantung meningkat hingga rentang 77-90 persen dari denyut maksimalnya. Dalam sebuah survei terungkap bahwa sebagian besar orang merasa sudah berolahraga sangat keras saat denyutnya baru mencapai 70 persen dari nilai maksimal.

Nilai maksimal denyut jantung dipengaruhi banyak faktor, terutama umur. Cara mudah untuk mengetahuinya adalah dengan rumus '220 - usia (dalam tahun', dinyatakan dalam beats per minutes (bpm). Misalnya pada umur 32 tahun, denyut maksimalnya adalah 220-32 = 188 bpm.

Bagaimana cara mengukur denyut jantung? Di gym, beberapa alat fitness sudah dilengkapi pengukur denyut jantung. Bisa juga diukur secara manual dengan meraba nadi sambil melihat arloji atau stopwatch.

2. Tidak kesulitan melakukan 10 repetisi

Foto: thinkstock
Untuk penamasan, boleh lah melakukan gerakan sebanyak 10 repetisi tanpa kesulitan. Namun secara bertahap, beban maupun challenge harus dinaikkan. Lanjutkan sampai menemukan level yang membuat Anda gagal menyelesaikan 10 repetisi.

3. Napas baik-baik saja

Foto: thinkstock
Olahraga memang tidak harus sampai kehabisan napas. Namun semakin tinggi intensitas olahraga, maka kemampuan bernapas dengan normal akan berkurang dan pada titik tertentu akan ditandai dengan bicara yang tersengal-sengal.

Sederhananya, olahraga dikatakan terlalu ringan jika Anda masih bisa melakukannya sambil bernyanyi. Intensitas sedang jika masih bisa berbincang tetapi sudah tidak merdu lagi jika harus bernyanyi, dan terlalu berat jika sudah tidak bisa bicara. Atau tidak bernapas sama sekali.

Halaman 2 dari 4
Saat olahraga, diharapkan denyut jantung meningkat hingga rentang 77-90 persen dari denyut maksimalnya. Dalam sebuah survei terungkap bahwa sebagian besar orang merasa sudah berolahraga sangat keras saat denyutnya baru mencapai 70 persen dari nilai maksimal.

Nilai maksimal denyut jantung dipengaruhi banyak faktor, terutama umur. Cara mudah untuk mengetahuinya adalah dengan rumus '220 - usia (dalam tahun', dinyatakan dalam beats per minutes (bpm). Misalnya pada umur 32 tahun, denyut maksimalnya adalah 220-32 = 188 bpm.

Bagaimana cara mengukur denyut jantung? Di gym, beberapa alat fitness sudah dilengkapi pengukur denyut jantung. Bisa juga diukur secara manual dengan meraba nadi sambil melihat arloji atau stopwatch.

Untuk penamasan, boleh lah melakukan gerakan sebanyak 10 repetisi tanpa kesulitan. Namun secara bertahap, beban maupun challenge harus dinaikkan. Lanjutkan sampai menemukan level yang membuat Anda gagal menyelesaikan 10 repetisi.

Olahraga memang tidak harus sampai kehabisan napas. Namun semakin tinggi intensitas olahraga, maka kemampuan bernapas dengan normal akan berkurang dan pada titik tertentu akan ditandai dengan bicara yang tersengal-sengal.

Sederhananya, olahraga dikatakan terlalu ringan jika Anda masih bisa melakukannya sambil bernyanyi. Intensitas sedang jika masih bisa berbincang tetapi sudah tidak merdu lagi jika harus bernyanyi, dan terlalu berat jika sudah tidak bisa bicara. Atau tidak bernapas sama sekali.

(up/up)

Berita Terkait