Jumat, 18 Des 2015 08:01 WIB

Seberapa Sering Handuk Harus Dicuci Agar Tak Jadi Sarang Kuman?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Salah satu fungsi handuk adalah untuk mengeringkan badan seusai mandi. Lembab dan penuh kotoran membuatnya rentan ditumbuhi kuman jika tidak sering-sering dicuci.

Ada berbagai jenis kotoran yang bisa menempel di handuk. Mulai dari cairan urinal alias sisa-sisa kencing, bercak kotoran manusia dari anus, hingga sel-sel kulit mati yang menempel bersama bekas air mandi. Kotoran-kotoran ini sangat disukai kuman.

Menurut pakar kesehatan, handuk sebaiknya segera dicuci setelah dipakai maksimal tiga kali. Itu pun dengan syarat dalam 3 kali pemakaian tersebut, handuk selalu dijemur hingga kering. Jika kondisinya selalu lembab, maka harus lebih sering dicuci.

"Sebagian besar sadar bahwa handuk menjijikkan. Dan Anda mungkin tidak cukup sering mencucinya," kata Prof Philip Tierno, ahli mikrobiologi dari New York school of Medicine, dikutip dari news.com.au, Jumat (18/12/2015).

Baca juga: Kutu Air Mudah Menyebar, Jaga Kebersihan Pakaian Agar Tak Tertular

Handuk yang lembab akan dipenuhi oleh kuman, dan bisa menyebabkan infeksi saat terjadi kontak dengan luka di permukaan kulit. Para pakar juga mengingatkan bahwa bau tidak sedap yang tercium dari handuk adalah alarm untuk sesegera mungkin mencucinya. Itu berarti handuk sudah penuh oleh bakteri.

Setiap kali handuk digunakan, berbagai jenis kuman dari permukaan tubuh akan berpindah ke handuk. Kuman-kuman itu akan tumbuh, apalagi dengan diberi makan dengan kotoran-kotoran yang juga berasal dari tubuh.

Baca juga: Begini Caranya Agar Handuk Anda Bebas Bakteri (up/vit)