Kelelahan Tapi Tetap Harus Olahraga, Ini 5 Tips Mengatasinya

Kelelahan Tapi Tetap Harus Olahraga, Ini 5 Tips Mengatasinya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 21 Des 2015 11:32 WIB
Kelelahan Tapi Tetap Harus Olahraga, Ini 5 Tips Mengatasinya
Foto: thinkstock
Jakarta - Olahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Bahkan saat tubuh sedang tidak benar-benar bugar, olahraga tetap dibutuhkan meski memang harus benar-benar terukur agar tidak tumbang lalu sakit.

Pada prinsipnya, seseorang harus mengenali batas kemampuan tubuhnya saat berolahraga. Kondisi tubuh tidak selalu bisa dipaksakan, kadang-kadang memang butuh diistirahatkan.

Namun melewatkan jadwal olahraga juga bukan tanpa risiko. Bagi beberapa orang, sekali saja absen olahraga maka ritme tubuhnya bisa kacau atau keterusan untuk tidak rutin lagi berolahraga. Dalam kondisi badan sedang kelelahan atau tidak bugar, maka dibutuhkan sedikit kompromi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa tips yang bisa dicoba saat tubuh kelelahan tapi tetap harus olahraga adalah sebagai berikut, dirangkum dari Health, Senin (21/12/2015):

1. Pilih olahraga yang praktis

Foto: Thinkstock
Jika hanya memungkinkan untuk melatih satu kelompok otot saja saat berolahraga, pilihlah kaki. Demikian saran sejumlah pakar kesehatan. Dan untuk pilihan yang satu ini, jalan cepat bisa menjadi alternatif. Tidak terlalu melelahkan, tetapi cukup intens membakar kalori.

2. Manfaatkan berat badan sebagai beban

Foto: thinkstock
Bagi yang biasa melakukan olahraga angkat beban, kali ini lakukan tanpa beban tambahan. Tentunya dengan memodifikasi gerakan agar lebih menantang. Tidak perlu menggunakan alat, lakukan saja gerakan-gerakan seperti squat dan push up. Manfaatkan berat badan sendiri untuk melatih otot-otot tubuh.

3. Perpendek durasi olahraga

Foto: Thinkstock
Pola yang sama seperti biasa bisa saja digunakan saat berolahraga dengan kondisi kelelahan. Beban dan intensitasnya tidak dikurangi, tetapi durasinya diperpendek. Tidak perlu berlebihan, yang penting cukup untuk menjaga laju metabolisme basal dan kepadatan tulang.

4. HIIT

Foto: Thinkstock
Saat tubuh dalam kondisi kelelahan, maka yang dibutuhkan adalah sesegera mungkin beristirahat. Jika ingin tetap berolahraga, HIIT (High Intensity Interval Training) bisa menjadi pilihan. Intensitasnya tinggi dengan banyak variasi gerakan, namun efisien dari sisi waktu.

5. Tidak usah olahraga sama sekali

Foto: Thinkstock
Dengarkan suara tubuh, jika memang benar-benar kelelahan sebaiknya jangan dipaksakan. Bagaimanapun tubuh juga butuh waktu untuk recovery atau memulihkan diri dari kondisi kelelahan. Jika masih khawatir keenakan lalu ritme olahraganya bakal kacau balau, maka kuncinya ada pada komitmen. Perbaiki komitmen untuk hidup lebih sehat, maka istirahat sekali waktu tidak akan menjadi soal.

Halaman 2 dari 6
Jika hanya memungkinkan untuk melatih satu kelompok otot saja saat berolahraga, pilihlah kaki. Demikian saran sejumlah pakar kesehatan. Dan untuk pilihan yang satu ini, jalan cepat bisa menjadi alternatif. Tidak terlalu melelahkan, tetapi cukup intens membakar kalori.

Bagi yang biasa melakukan olahraga angkat beban, kali ini lakukan tanpa beban tambahan. Tentunya dengan memodifikasi gerakan agar lebih menantang. Tidak perlu menggunakan alat, lakukan saja gerakan-gerakan seperti squat dan push up. Manfaatkan berat badan sendiri untuk melatih otot-otot tubuh.

Pola yang sama seperti biasa bisa saja digunakan saat berolahraga dengan kondisi kelelahan. Beban dan intensitasnya tidak dikurangi, tetapi durasinya diperpendek. Tidak perlu berlebihan, yang penting cukup untuk menjaga laju metabolisme basal dan kepadatan tulang.

Saat tubuh dalam kondisi kelelahan, maka yang dibutuhkan adalah sesegera mungkin beristirahat. Jika ingin tetap berolahraga, HIIT (High Intensity Interval Training) bisa menjadi pilihan. Intensitasnya tinggi dengan banyak variasi gerakan, namun efisien dari sisi waktu.

Dengarkan suara tubuh, jika memang benar-benar kelelahan sebaiknya jangan dipaksakan. Bagaimanapun tubuh juga butuh waktu untuk recovery atau memulihkan diri dari kondisi kelelahan. Jika masih khawatir keenakan lalu ritme olahraganya bakal kacau balau, maka kuncinya ada pada komitmen. Perbaiki komitmen untuk hidup lebih sehat, maka istirahat sekali waktu tidak akan menjadi soal.

(up/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads