Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, drg Oscar Primadi, MPH mengatakan virus Zika memiliki vektor penularan yang sama dengan demam berdarah, yakni nyamuk Aedes aegypti. Karena itu pencegahan yang dilakukan juga tidak terlalu berbeda.
"Soal virus Zika, kita memang harus waspada. Caranya dengan pencegahan, yakni pemberantasan sarang nyamuk karena sama seperti dbd, menularnya juga lewat aedes aegypti," tutur drg Oscar dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan literatur, gejala virus Zika tergolong ringan hingga sedang. Gejala yang muncul antara lain pegal, linu, nyeri persendian dan demam. Namun temuan terbaru mengatakan virus zika bisa menyebabkan gangguan saraf bagi janin yang masih dalam kandungan.
Direktorat Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mengatakan kasus Zika sudah ditemukan di Indonesia, namun tidak ada yang menyebabkan kematian. Gejala yang timbul pun tidak menyebabkan pasien dirawat di rumah sakit.
Terkait banyaknya kasus Zika di Amerika Selatan, drg Oscar mengatakan tim surveilans Kemenkes sudah bekerja. Mereka melakukan pengumpulan data terkait Zika sembari meningkatkan pencegahan penularan.
"Kalau untuk penularan dari luar negeri kita tentunya ada KKP di pintu masuk pelabuhan dan bandara, itu yang kita giatkan," pungkasnya.
(mrs/vit)











































