Minggu, 21 Feb 2016 09:01 WIB

Yuk Cegah Sakit Kepala dengan Mengenali Aneka Penyebabnya

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Sakit kepala pastinya amat mengganggu aktivitas seseorang. Jika seperti itu, Anda biasanya akan langsung mengonsumsi obat untuk meredakan sakit kepala yang tidak tertahankan. Cara itu boleh saja dilakukan. Tapi, tak ada salahnya juga bukan jika Anda mengenal beragam sebab sakit kepala yang bahkan membuat kepala terasa cenat-cenut.

Diungkapkan praktisi naturopati di Mittagong, Australia, Mim Beim, mencegah sakit kepala bisa dilakukan untuk menghindari konsumsi obat. Nah, untuk pencegahan, baiknya Anda tahu dulu apa saja penyebab sakit kepala. Beim mengatakan, dehidrasi menjadi salah satu penyebab sakit kepala.

"Cuaca yang terlalu terik, paparan AC, konsumsi alkohol, atau penerbangan jarak jauh bisa memicu sakit kepala. Ketika kita tidak merasa haus, tubuh akan mudah kehilangan satu sampai dua persen air. Untuk itu, minumlah setidaknya sediakan botol atau gelas di meja kerja Anda supaya Anda tak lupa minum air," kata Beim memberi saran.

Kemudian, stres juga bisa membuat otot di leher, bahu, dan kulit kepala tegang yang kemudian memicu sakit kepala. Umumnya, sakit kepala akibat terlalu stres akan muncul di bagian belakang kepala kemudian timbullah rasa tegang di area tersebut. Beim menambahkan, stres di sini tak hanya karena kondisi psikologi saja tetapi juga kibat tekanan berlebih pada otot Anda.

Baca jugaSakit Kepala Parah Sebelum Meninggal, Gadis Ini Ternyata Kena Meningitis

Coba lihat lagi bagaimana postur tubuh saat duduk seharian di kantor. Sebab, menurut Beim kondisi bahu yang terlalu tertarik ke atas sampai mendekati telinga bisa membuat otot di area tersebut tengang. Untuk meredakannya, coba lakukan pijat perlahan atau mandi dengan air hangat, demikian disarankan Beim seperti dikutip dari Body and Soul.

Jika sakit kepala disertai pelipis berdebar, itu bisa menjadi tanda bahwa kadar gula darah tidak stabil. Untuk mencegah kadar gula darah yang tidak stabil, Beim menyarankan konsumsilah makanan selingan yang mengandung sedikit protein tiap dua sampai tiga jam. Sementara, pada sakit kepala yang disebabkan sinus, seakan-akan seperti ada beban berat tepat di atas alis.

"Nyerinya pun bertambah ketika daerah tersebut ditekan atau kepala Anda diturunkan. Untuk meredakannya, perbanyak minum air hangat yang bisa dicampur dengan lemon, thyme segar, atau madu. Bawang putih, lobak dan bahan dengan kandungan vitamin C lain bisa membantu meredakan peradangan sinus," tutur Beim.

Jelang waktu haid, wanita juga bisa mengeluh sakit kepala yang dipicu perubahan hormon. Beim mengatakan, sakit kepala hormonal paling sering terjadi seminggu sebelum haid kemudian di hari pertama atau kedua haid. Untuk mencegah sakit kepala hormonal, Beim menyarankan konsumsi vitamin B1 dan B6 sesuai dengan anjuran dokter kemudian hindari kopi dan gula.

Baca jugaSakit Kepala Parah, Wanita Ini Sembuh Setelah 'Minum' Cairan Otaknya

(rdn/vit)