Begini Cara Cuaca Pengaruhi Perilaku dan Kesehatan (2)

Begini Cara Cuaca Pengaruhi Perilaku dan Kesehatan (2)

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 22 Apr 2016 13:04 WIB
Begini Cara Cuaca Pengaruhi Perilaku dan Kesehatan (2)
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Cuaca maupun iklim kerapkali disepelekan peranannya bagi kehidupan manusia. Padahal keduanya bisa berdampak langsung pada kesehatan manusia.

Salah satu riset yang dilakukan di Amerika mengungkap, sekitar 200 juta penduduk Amerika mengalami gangguan mental akibat perubahan cuaca ekstrem yang terjadi dewasa ini. Di antaranya ansietas hingga ke penyalahgunaan narkoba.

Benarkah cuaca bisa mempengaruhi kesehatan manusia? Lanjutan dari paparan sebelumnya, berikut beberapa cara cuaca mempengaruhi perilaku dan kesehatan, seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (22/4/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Air Hujan Terkontaminasi Polusi, Jangan Lupa Mandi Setelah Kehujanan

1. Tensi menurun di musim panas
Pakar mengatakan tekanan darah seseorang cenderung rendah di musim panas. Sebab di musim dingin, pembuluh darah menyempit yang pada akhirnya bisa menaikkan tensi.

2. Suhu tinggi mendorong kenaikan jumlah kelahiran
Di sisi lain, temperatur yang sedang tinggi karena musim panas juga mendorong pasangan untuk makin rajin berhubungan. Sebuah analisis di Eropa mengungkap, terjadi kenaikan kelahiran bayi sebesar 10 persen di musim panas.

Dalam studi lain dikatakan, kadar testosteron pria dan wanita sedang tinggi-tingginya di musim ini.

3. Cuaca yang sedang-sedang saja bisa memperbaiki mood
Penelitian mengungkap, orang-orang yang tinggal di tempat yang terasa lebih hangat di musim dingin atau lebih sejuk di musim panas memiliki tingkat kebahagiaan di atas rata-rata. Ini karena mereka punya lebih banyak kesempatan untuk beraktivitas di luar ruangan.

4. Iklim yang hangat memicu kreativitas
University of Michigan menemukan, berkegiatan di luar ruangan saat musim semi atau ketika cuaca sedang hangat dapat meningkatkan kreativitas. "Bagaimanapun ketika berada di luar rumah, pikiran menjadi lebih terbuka," kata peneliti, Matthew Keller.

5. Mudah sakit di bulan-bulan dingin
Flu atau demam sebenarnya bisa muncul kapanpun, tetapi kemungkinan jatuh sakit memang cenderung semakin besar di bulan-bulan dengan cuaca dingin atau musim dingin.

Selain karena cuaca dapat mempengaruhi perubahan DNA yang kemudian memicu sakit, di musim dingin seseorang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah sehingga jadi mudah sakit.
(lll/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads