Senin, 02 Mei 2016 11:06 WIB

Studi: Menggambar Kaligrafi Bisa Tingkatkan Kemampuan Memori Otak

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Kemampuan otak untuk menyimpan memori atau ingatan terbatas dan akan menurun seiring bertambahnya usia. Studi menyebut kaligrafi bisa jadi salah satu cara untuk menangkal hal tersebut.

Dalam Journal of Experimental Psychology, peneliti Jeffrey Wammes melakukan studi untuk membandingkan kemampuan mengingat suatu benda berdasarkan cara mengingatnya. Dalam penelitian ini, Wammes membandingkan antara menulis kata dan menggambar kata untuk melihat mana yang lebih mudah diingat seseorang.

Dari 7 kali percobaan, ditemukan bahwa nama benda yang digambar lebih mudah diingat daripada menulis benda tersebut. Sebagai contoh, orang akan lebih mudah mengingat gambar berbentuk tulisan balon daripada tulisan kata balon itu sendiri.

Baca juga: Ini Penyebab Kebanyakan Orang Cenderung Lebih Dominan Gunakan Tangan Kanan

"Kaligrafi sebagai seni menggambar tulisan dan kata memiliki efek lebih baik dalam hal menajamkan memori daripada mengucapkan atau menuliskan kata tersebut," ungkap Wammes, dikutip dari Medical Daily, Senin (2/5/2016).

Menggambar kata atau kaligrafi lebih kompleks daripada menulis. Oleh karena itu peneliti menduga bahwa usaha yang dibutuhkan untuk mengigat sesuatu harus lebih besar jika hal yang ingin diingat sederhana.

"Dengan kata lain, menggambar kaligrafi membuat otak lebih banyak memikirkan kata yang ingin digambar daripada menuliskannya. Sehingga, otak bekerja lebih keras dan membuat ingatan lebih tajam," ucapnya lagi.

Penelitian sebelumnya menyebut kemampuan otak untuk mengingat nama dan wajah seseorang berkaitan dengan kualitas tidurnya. Seperti dipublikasikan dalam jurnal Neurobiology of Learning and Memory, para peneliti menganjurkan orang untuk tidur malam yang cukup jika ingin kemampuan otak meningkat. Kemampuan ini terutama untuk menerima dan menyimpan informasi-informasi baru.

"Tidur yang cukup sangat penting untuk mempelajari informasi baru. Semakin tua usia seseorang, biasanya makin tinggi pula risiko gangguan tidurnya, sehingga masalah memori pun berkembang. Dengan cukup tidur, kemampuan mengingat bisa dijaga," tutur salah seorang peneliti yang terlibat, Jeanne Duffy, dari Brigham and Women's Hospital.

Baca juga: DNA 'Pahlawan Super' Penangkal Penyakit Diduga Dimiliki Beberapa Orang (mrs/vit)