Seperti studi yang dilakukan Imperial College London, disebutkan beberapa obat atau perawatan yang umum digunakan orang-orang kadang kala tidak bermanfaat sebagaimana mestinya. Apa saja bentuk pengobatan dan perawatan tersebut? Berikut daftarnya seperti dikutip dari Daily Mail.
1. Obat batuk untuk atasi batuk karena alergi
|
Foto: thinkstock
|
Hasil analisis ini berdasarkan 29 kali percobaan pada 5.000 pasien dengan batuk akut yang disebabkan infeksi virus dan biasanya sembuh setelah delapan minggu. Diketahui, obat batuk memang memiliki antihistamin yang memungkingkan mengurangi batuk yang disebabkan oleh alergi. Maka dari itu, Proffessor Alyn Morice, ahli pernapasan dari University of Hull mengungkapkan membeli obat batuk untuk batuk yang disebabkan bukan oleh alergi hanya membuang uang.
"Tidak ada obat batuk yang terbukti efektif untuk batuk akut hampir 30 tahun ini," tambahnya.
2. Obat antidepresi untuk atasi depresi ringan
|
Foto: thinkstock
|
"Masalahnya, kita bisa melihat depresi sebagai penyakit ketika emosi saat depresi mempengaruhi pusaran hidup kita. Berbeda dengan depresi ringan, obat antidepresi memang terbukti ampuh untuk pasien yang mengalami depresi berat," ungkap Moncrieff.
Selain obat, terapi CBT (Cognitive Behavioural Therapy) yang biasa diberikan pada pasien depresi juga disebut tidak memberi manfaat jangka panjang pada pasien. Karena CBT hanya mengubah pemikiran mereka, bukan langsung pada akar masalah.
3. Selalu pakai benang gigi untuk bersihkan makanan di gigi
|
Foto: thinkstock
|
Walaupun begitu, benang gigi tetap menjadi rekomendasi dari dokter gigi karena belum ada rekomendasi baru yang lebih baik. Sementara itu, amat disarankan untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari guna mencegah bakteri berkembang biak serta mengurangi plak dan risiko kerusakan gigi.
4. Pil kalsium untuk tulang lemah
|
Foto: thinkstock
|
"Jika Anda sudah mengonsumsi yoghurt, susu, dan keju, Anda tidak membutuhkan tambahan kalsium lagi. Beberapa lansia yang mengonsumsi suplemen kalsium justru mengalami gangguan pada pembuluh darahnya," ungkap Klaus White, kardiolog di Leeds teaching Hospitals NHS Trust.
Walaupun demikian, beberapa orang memang perlu tambahan vitamin D yang berfungsi menyerap kalsium dan bisa didapatkan di suplemen kalsium atau makanan lain. Faktanya, jika seseorang mengonsumsi kalsium berlebihan justru akan membuat penumpukkan kalsium pada arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Ahli lain, David Reid mengatakan mengonsumsi 700 mg kalsium setiap hari sudah cukup bagi kebanyakan orang.
5. Akupunktur untuk atasi sakit pinggang
|
Foto: thinkstock
|
Dari segi biaya, diungkapkan Professor Conaghan akupunktur termasuk terapi yang terjangkau.
6. Minyak ikan untuk kesehatan jantung
|
Foto: thinkstock
|
Faktanya, studi dari Journal of American Medical Association mengungkapkan dari 68.000 orang yang meminum minyak ikan sebanyak 1,5 gram per hari tidak menunjukkan pengurangan serangan jantung dibanding orang yang tidak mengonsumsinya.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Redakan Migrain Tanpa Obat
Halaman 2 dari 7











































