Jika Dilakukan Tak Sesuai Kondisi Tubuh, Perawatan Seperti Ini Hanya Sia-sia

Jika Dilakukan Tak Sesuai Kondisi Tubuh, Perawatan Seperti Ini Hanya Sia-sia

Hillariana ID - detikHealth
Jumat, 13 Mei 2016 19:13 WIB
Jika Dilakukan Tak Sesuai Kondisi Tubuh, Perawatan Seperti Ini Hanya Sia-sia
Foto: Thinkstock
Jakarta - Untuk menyembuhkan penyakit yang dialami, lumrah jika seseorang mengonsumsi obat tertentu. Begitu pun ketika hendak menjaga kebugaran, ada berbagai perawatan yang dilakukan. Meskipun, kadang kala langkah tersebut tidak bekerja dengan baik.

Seperti studi yang dilakukan Imperial College London, disebutkan beberapa obat atau perawatan yang umum digunakan orang-orang kadang kala tidak bermanfaat sebagaimana mestinya. Apa saja bentuk pengobatan dan perawatan tersebut? Berikut daftarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

1. Obat batuk untuk atasi batuk karena alergi

Foto: thinkstock
Di tahun 2014, organisasi bernama Cochrane mengklaim bahwa tidak ada bukti yang cukup bahwa obat batuk bisa cepat meredakan batuk atau memulihkan si pasien. Padahal, disebutkan bahwa orang di dunia menghabiskan sekurang-kurangnya Rp 6 triliun untuk membeli obat batuk.

Hasil analisis ini berdasarkan 29 kali percobaan pada 5.000 pasien dengan batuk akut yang disebabkan infeksi virus dan biasanya sembuh setelah delapan minggu. Diketahui, obat batuk memang memiliki antihistamin yang memungkingkan mengurangi batuk yang disebabkan oleh alergi. Maka dari itu, Proffessor Alyn Morice, ahli pernapasan dari University of Hull mengungkapkan membeli obat batuk untuk batuk yang disebabkan bukan oleh alergi hanya membuang uang.

"Tidak ada obat batuk yang terbukti efektif untuk batuk akut hampir 30 tahun ini," tambahnya.

2. Obat antidepresi untuk atasi depresi ringan

Foto: thinkstock
Pemberian resep obat antidepresi meningkat dua kali lipat pada tahun 2014. Tetapi, psikiatri sekaligus dosen senior di University College London Dr Joanna Moncrieff berpikir bahwa obat antidepresi tidak dapat berguna untuk depresi kadar ringan sampai dengan menengah.

"Masalahnya, kita bisa melihat depresi sebagai penyakit ketika emosi saat depresi mempengaruhi pusaran hidup kita. Berbeda dengan depresi ringan, obat antidepresi memang terbukti ampuh untuk pasien yang mengalami depresi berat," ungkap Moncrieff.

Selain obat, terapi CBT (Cognitive Behavioural Therapy) yang biasa diberikan pada pasien depresi juga disebut tidak memberi manfaat jangka panjang pada pasien. Karena CBT hanya mengubah pemikiran mereka, bukan langsung pada akar masalah.

3. Selalu pakai benang gigi untuk bersihkan makanan di gigi

Foto: thinkstock
Sebuah tinjauan menyimpulkan bahwa menggunakan benang gigi tidak efektif menghapus plak dan mengurangi peradangan gusi. Diungkapkan Professor Damien Walmsley dari the British Dental Association, Anda tidak perlu khawatir jika lupa menggunakan benang gigi karena itu bukanlah suatu kebutuhan khusus dari gigi Anda.

Walaupun begitu, benang gigi tetap menjadi rekomendasi dari dokter gigi karena belum ada rekomendasi baru yang lebih baik. Sementara itu, amat disarankan untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari guna mencegah bakteri berkembang biak serta mengurangi plak dan risiko kerusakan gigi.

4. Pil kalsium untuk tulang lemah

Foto: thinkstock
Tak sedikit orang yang mengonsumsi suplemen mengandung kalsium untuk meningkatkan kerapatan tulang dan menghindari patah tulang di kemudian hari. Tapi, dua studi baru yang dipublikasikan di BMJ tahun lalu menunjukkan tidak ada bukti yang membenarkan anggapan tersebut.

"Jika Anda sudah mengonsumsi yoghurt, susu, dan keju, Anda tidak membutuhkan tambahan kalsium lagi. Beberapa lansia yang mengonsumsi suplemen kalsium justru mengalami gangguan pada pembuluh darahnya," ungkap Klaus White, kardiolog di Leeds teaching Hospitals NHS Trust.

Walaupun demikian, beberapa orang memang perlu tambahan vitamin D yang berfungsi  menyerap kalsium dan bisa didapatkan di suplemen kalsium atau makanan lain. Faktanya, jika seseorang mengonsumsi kalsium berlebihan justru akan membuat penumpukkan kalsium pada arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Ahli lain, David Reid mengatakan mengonsumsi 700 mg kalsium setiap hari sudah cukup bagi kebanyakan orang.

5. Akupunktur untuk atasi sakit pinggang

Foto: thinkstock
National Health Service mengatakan akupunktur sudah lama tidak direkomendasikan untuk perawatan punggung belakang. Walaupun begitu, George Lewith, profesor kesehatan dari Southampton University mengungkapkan bahwa kesimpulan ini belumlah final. Mengingat, ada beberapa data berbeda yang menunjukkan akupunktur dapat bermanfaat.

Dari segi biaya, diungkapkan Professor Conaghan akupunktur termasuk terapi yang terjangkau.

6. Minyak ikan untuk kesehatan jantung

Foto: thinkstock
Diungkapkan oleh Sundip Patel, kardiolog dari London Bridge Hospital, suplemen yang mengandung omega 3 dari minyak ikan umumnya sering resepkan untuk pasien dengan sakit jantung, angina, atau serangan jantung. Kapsul ini direkomendasikan karena dipikir dapat mengurangi kadar trigliserida.

Faktanya, studi dari Journal of American Medical Association mengungkapkan dari 68.000 orang yang meminum minyak ikan sebanyak 1,5 gram per hari tidak menunjukkan pengurangan serangan jantung dibanding orang yang tidak mengonsumsinya.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Redakan Migrain Tanpa Obat
Halaman 2 dari 7
Di tahun 2014, organisasi bernama Cochrane mengklaim bahwa tidak ada bukti yang cukup bahwa obat batuk bisa cepat meredakan batuk atau memulihkan si pasien. Padahal, disebutkan bahwa orang di dunia menghabiskan sekurang-kurangnya Rp 6 triliun untuk membeli obat batuk.

Hasil analisis ini berdasarkan 29 kali percobaan pada 5.000 pasien dengan batuk akut yang disebabkan infeksi virus dan biasanya sembuh setelah delapan minggu. Diketahui, obat batuk memang memiliki antihistamin yang memungkingkan mengurangi batuk yang disebabkan oleh alergi. Maka dari itu, Proffessor Alyn Morice, ahli pernapasan dari University of Hull mengungkapkan membeli obat batuk untuk batuk yang disebabkan bukan oleh alergi hanya membuang uang.

"Tidak ada obat batuk yang terbukti efektif untuk batuk akut hampir 30 tahun ini," tambahnya.

Pemberian resep obat antidepresi meningkat dua kali lipat pada tahun 2014. Tetapi, psikiatri sekaligus dosen senior di University College London Dr Joanna Moncrieff berpikir bahwa obat antidepresi tidak dapat berguna untuk depresi kadar ringan sampai dengan menengah.

"Masalahnya, kita bisa melihat depresi sebagai penyakit ketika emosi saat depresi mempengaruhi pusaran hidup kita. Berbeda dengan depresi ringan, obat antidepresi memang terbukti ampuh untuk pasien yang mengalami depresi berat," ungkap Moncrieff.

Selain obat, terapi CBT (Cognitive Behavioural Therapy) yang biasa diberikan pada pasien depresi juga disebut tidak memberi manfaat jangka panjang pada pasien. Karena CBT hanya mengubah pemikiran mereka, bukan langsung pada akar masalah.

Sebuah tinjauan menyimpulkan bahwa menggunakan benang gigi tidak efektif menghapus plak dan mengurangi peradangan gusi. Diungkapkan Professor Damien Walmsley dari the British Dental Association, Anda tidak perlu khawatir jika lupa menggunakan benang gigi karena itu bukanlah suatu kebutuhan khusus dari gigi Anda.

Walaupun begitu, benang gigi tetap menjadi rekomendasi dari dokter gigi karena belum ada rekomendasi baru yang lebih baik. Sementara itu, amat disarankan untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari guna mencegah bakteri berkembang biak serta mengurangi plak dan risiko kerusakan gigi.

Tak sedikit orang yang mengonsumsi suplemen mengandung kalsium untuk meningkatkan kerapatan tulang dan menghindari patah tulang di kemudian hari. Tapi, dua studi baru yang dipublikasikan di BMJ tahun lalu menunjukkan tidak ada bukti yang membenarkan anggapan tersebut.

"Jika Anda sudah mengonsumsi yoghurt, susu, dan keju, Anda tidak membutuhkan tambahan kalsium lagi. Beberapa lansia yang mengonsumsi suplemen kalsium justru mengalami gangguan pada pembuluh darahnya," ungkap Klaus White, kardiolog di Leeds teaching Hospitals NHS Trust.

Walaupun demikian, beberapa orang memang perlu tambahan vitamin D yang berfungsi  menyerap kalsium dan bisa didapatkan di suplemen kalsium atau makanan lain. Faktanya, jika seseorang mengonsumsi kalsium berlebihan justru akan membuat penumpukkan kalsium pada arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Ahli lain, David Reid mengatakan mengonsumsi 700 mg kalsium setiap hari sudah cukup bagi kebanyakan orang.

National Health Service mengatakan akupunktur sudah lama tidak direkomendasikan untuk perawatan punggung belakang. Walaupun begitu, George Lewith, profesor kesehatan dari Southampton University mengungkapkan bahwa kesimpulan ini belumlah final. Mengingat, ada beberapa data berbeda yang menunjukkan akupunktur dapat bermanfaat.

Dari segi biaya, diungkapkan Professor Conaghan akupunktur termasuk terapi yang terjangkau.

Diungkapkan oleh Sundip Patel, kardiolog dari London Bridge Hospital, suplemen yang mengandung omega 3 dari minyak ikan umumnya sering resepkan untuk pasien dengan sakit jantung, angina, atau serangan jantung. Kapsul ini direkomendasikan karena dipikir dapat mengurangi kadar trigliserida.

Faktanya, studi dari Journal of American Medical Association mengungkapkan dari 68.000 orang yang meminum minyak ikan sebanyak 1,5 gram per hari tidak menunjukkan pengurangan serangan jantung dibanding orang yang tidak mengonsumsinya.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Redakan Migrain Tanpa Obat

(rdn/vit)

Berita Terkait