Senin, 23 Mei 2016 08:37 WIB

Buah Dijadikan Jus atau Smoothie, Mana yang Lebih Menyehatkan?

Hillariana ID - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Minuman sehat bisa jadi salah satu topik yang seringkali diperbincangkan di masyarakat. Terutama jika membicarakan kandungan gizinya, tak sedikit orang yang sangsi mana di antara jus atau smoothie yang lebih menyehatkan.

Seperti diketahui, jus diolah dengan cara diblender lalu bisa disaring atau tidak. Sedangkan smoothie juga diblender, namun tidak disaring dan umumnya dicampur dengan beberapa jenis buah dan sayur. Nah, manakah di antara dua minuman itu yang lebih menyehatkan?

"Apa yang lebih baik, smoothie atau jus? Menurut pendapat saya ada pro dan kontra untuk masing-masing minuman, sehingga yang lebih baik, kembali kepada kebutuhan pribadi masing-masing, mana yang tepat untuk Anda," ungkap ahli gizi dan ahli diet teregistrasi, Cynthia Sass.

Terlepas dari mana yang lebih baik, Sass mengatakan bahwa smoothie umumnya merupakan campuran dari seluruh makanan yang berarti ada juga sayuran di dalamnya. Manfaat smoothie adalah kemampuannya untuk menambahkan bahan bergizi. Smoothie dapat juga dicampurkan dengan alpukat, almond dan mentega, bahkan jahe segar. Nah, keseimbangan yang didapat dari smoothie membuatnya bisa menjadi makanan untuk membantu pemulihan sehabis sakit.

Baca Juga: 6 Makanan Sehat di Supermarket yang Dihindari Nutrisionis

Akan tetapi, Sass menekankan smoothie yang dikonsumsi sangat banyak dapat menyebabkan kalori menumpuk dan dapat menyebabkan kegemukan. Berbeda dengan jus. Menurut dia, jus adalah cara yang bagus untuk mengatasi kesenjangan gizi yang sangat serius.

"Misalnya, salah satu klien saya sangat tidak suka sayuran, tapi dia minum jus hijau setiap hari, dicampur dengan apel. Dan untuk banyak atlet profesional, mengonsumsi jus yang cair memungkinkan mereka memangkas waktu konsumsi dan mendapatkan gizi yang mereka butuhkan," tutur Sass, dikutip dari Fox News.

Walaupun jus mengandung ekstrak nutrisi, tetapi jus hanya mengandung sedikit serat. Hal ini membuat jus kurang mengenyangkan dibanding smoothie atau buah utuh. Karena serat kurang, jus pun dibuat dengan buah atau sayuran bergula tinggi (seperti bit dan wortel). Hal itu akan membuat gula darah melonjak dengan cepat.

"Jika Anda minum jus sesuai porsi itu bagus. Tetapi, jika makanan Anda atau makanan ringan sudah penuh dengan sayur-sayuran dan buah-buahan, kandungan gizi dari makan sudah cukup untuk kebutuhan tubuh Anda," tutup Sass.

Baca Juga: Studi Ini Amati Kandungan Gula pada Jus Buah Segar dan Jus Buah Kemasan (rdn/vit)