Salah satu alat yang dilengkapi penghitung kalori adalah treadmill. Semakin lama berlari dan semakin jauh jarak tempuhnya, angka yang ditampilkan pada indikator akan semakin besar. Artinya, semakin banyak kalori yang terbakar.
Namun seberapa akurat perhitungan tersebut? Sebuah artikel di Huffingtonpost menyebut angka-angka tersebut hanya estimasi atau perkiraan. Angka sesungguhnya dipengaruhi juga oleh banyak faktor, termasuk berat badan seseorang dan juga komposisi lemak dan otot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mau Bakar Kalori Tapi Tak Sempat ke Gym? Ini 5 Trik untuk Mengakalinya
Terlalu percaya pada angka-angka di indikator perhitungan kalori yang terbakar dikhawatirkan justru berdampak buruk pada pola makan. Saat merasa sudah membakar cukup banyak kalori, seseorang cenderung menemukan pembenaran untuk mengonsumsi lebih banyak kalori.
Terlebih, jumlah kalori yang terbakar tidak seberapa penting bagi yang menargetkan penurunan berat badan. Jumlah kalori yang masuk, yang berarti adalah porsi makan, dinilai lebih menentukan keberhasilan program menurunkan berat badan.
Baca juga: Jika Memang Sama Efeknya, Pilih Bercinta atau Olahraga? (up/vit)











































