Ciri-ciri Orang yang Kebanyakan Makan Gula, Anda Salah Satunya?

Ciri-ciri Orang yang Kebanyakan Makan Gula, Anda Salah Satunya?

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Minggu, 26 Jun 2016 09:08 WIB
Ciri-ciri Orang yang Kebanyakan Makan Gula, Anda Salah Satunya?
Foto: thinkstock
Jakarta - Gula memang manis, tetapi kebanyakan makan gula ternyata malah sepahit harapan palsu. Kebanyakan gula terbukti tidak baik bagi kesehatan siapapun yang mengonsumsinya.

Tetapi banyak orang yang tidak menyadari jika mereka mengonsumsi gula melebihi ambang batas toleransi tubuhnya. Lantas bagaimana kita bisa tahu jika gula yang dimakan sudah berlebihan?

Berikut 8 ciri orang yang kebanyakan makan gula seperti dikutip dari Self, Minggu (26/6/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Waspadai Kenaikan Gula Darah yang Tidak Bergejala

1. Ingin terus makan yang manis-manis

Foto: thinkstock
Sayangnya, makin banyak gula yang dimakan, keinginan untuk makan makanan yang manis juga akan makin besar. "Bukan hanya karena indra pengecap sudah terbiasa, tetapi gula juga bisa memicu 'high', persis seperti narkoba," jelas Brooke Alpert, MS, RD, penulis buku The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger.

2. Merusak indra pengecap

Foto: Thinkstock
"Toleransi gula Anda akan tinggi, tetapi di sisi lain indra pengecap Anda akan rusak karena terlalu sering diberi manis," tandas Alpert.

Saat kondisi ini terjadi, setiap orang akan sulit menentukan standar rasa yang bisa dikecapnya. Bisa jadi sudah manis, tetapi baginya belum manis.

3. Lesu seharian

Foto: thinkstock
Energi akan menjadi stabil jika gula darahnya juga stabil. Makanya bagi yang kebanyakan makan gula, naik turunnya gula darah juga akan drastis, sehingga ketika gulanya turun, yang bersangkutan benar-benar terlihat lesu seharian. Lagipula makan banyak gula membuat seseorang kekurangan asupan protein dan serat yang penting untuk mempertahankan energi.

4. Kulit kusut

Foto: ilustrasi/thinkstock
Gemar makan gula akan membuat kulit wajah terlihat kusut hanya dalam waktu beberapa hari. Bahkan pada sebagian orang, mereka terlalu peka terhadap lonjakan insulin yang kemudian memicu munculnya jerawat atau kulit memerah.

5. Lebih moody

Foto: thinkstock
Turunnya gula darah juga dapat menyebabkan perubahan mood yang lebih buruk dari biasanya. Belum lagi jika energi terkuras, seseorang biasanya jadi cenderung uring-uringan.

6. Bobot naik

Foto: thinkstock
Selain gula adalah kalori, insulin juga berperan penting dalam proses menaikkan berat badan. Sebab ketika seseorang sudah kelebihan makan gula, respons insulinnya tidak bekerja dengan baik sehingga bobot terus saja naik sebab gulanya tak sempat diubah menjadi energi.

7. Gigi bolong

Foto: thinkstock
Memakan gula dalam jumlah besar juga dapat merusak keseimbangan pH atau keasaman dalam mulut sehingga bakteri yang ada di dalamnya tumbuh dan berkembang biak semena-mena lalu menggerogoti gigi.

8. Fungsi otak menurun

Foto: thinkstock
Kebanyakan makan gula akan membuat gula darah naik dan turun dengan cepat tanpa terkendali. Gula darah yang tak terkendali inilah yang kemudian bisa memicu risiko gangguan kognitif atau kinerja otak. Bisa saja pelupa atau telmi (telat mikir).
Halaman 2 dari 9
Sayangnya, makin banyak gula yang dimakan, keinginan untuk makan makanan yang manis juga akan makin besar. "Bukan hanya karena indra pengecap sudah terbiasa, tetapi gula juga bisa memicu 'high', persis seperti narkoba," jelas Brooke Alpert, MS, RD, penulis buku The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger.

"Toleransi gula Anda akan tinggi, tetapi di sisi lain indra pengecap Anda akan rusak karena terlalu sering diberi manis," tandas Alpert.

Saat kondisi ini terjadi, setiap orang akan sulit menentukan standar rasa yang bisa dikecapnya. Bisa jadi sudah manis, tetapi baginya belum manis.

Energi akan menjadi stabil jika gula darahnya juga stabil. Makanya bagi yang kebanyakan makan gula, naik turunnya gula darah juga akan drastis, sehingga ketika gulanya turun, yang bersangkutan benar-benar terlihat lesu seharian. Lagipula makan banyak gula membuat seseorang kekurangan asupan protein dan serat yang penting untuk mempertahankan energi.

Gemar makan gula akan membuat kulit wajah terlihat kusut hanya dalam waktu beberapa hari. Bahkan pada sebagian orang, mereka terlalu peka terhadap lonjakan insulin yang kemudian memicu munculnya jerawat atau kulit memerah.

Turunnya gula darah juga dapat menyebabkan perubahan mood yang lebih buruk dari biasanya. Belum lagi jika energi terkuras, seseorang biasanya jadi cenderung uring-uringan.

Selain gula adalah kalori, insulin juga berperan penting dalam proses menaikkan berat badan. Sebab ketika seseorang sudah kelebihan makan gula, respons insulinnya tidak bekerja dengan baik sehingga bobot terus saja naik sebab gulanya tak sempat diubah menjadi energi.

Memakan gula dalam jumlah besar juga dapat merusak keseimbangan pH atau keasaman dalam mulut sehingga bakteri yang ada di dalamnya tumbuh dan berkembang biak semena-mena lalu menggerogoti gigi.

Kebanyakan makan gula akan membuat gula darah naik dan turun dengan cepat tanpa terkendali. Gula darah yang tak terkendali inilah yang kemudian bisa memicu risiko gangguan kognitif atau kinerja otak. Bisa saja pelupa atau telmi (telat mikir).

(lll/vit)

Berita Terkait