Jakarta -
Tidur yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kebugaran tubuh. Sayangnya tidak semua orang memahami seperti apa yang dimaksud dengan tidur berkualitas.
The National Sleep Foundation (NSF) baru-baru ini mempublikasikan sebuah laporan tentang kriteria tidur sehat. Laporan tersebut dimuat di Sleep Health, dan sedikitnya memuat 4 komponen tidur berkualitas.
Dikutip dari Shape.com, berikut ini adalah keempat komponen tersebut.
1. Tidak melakukan hal lain di tempat tidur
Foto: Thinkstock
|
Banyak orang menghabiskan waktu lama di atas tempat tidur, tetapi tidak benar-benar tidur. Ada yang memainkan ponsel, melanjutkan pekerjaan yang belum beres, atau bahkan makan sambil nonton TV.Menurut NSF, 85 persen waktu yang dihabiskan di atas tempat tidur harus benar-benar dialokasikan untuk tidur. Kurang dari itu, maka tidur jadi tidak berkualitas.
2. Langsung tidur
Foto: thinkstock
|
Masih berkaitan dengan kriteria pertama, tidur yang berkualitas tidak membutuhkan 'intro' yang terlalu lama. Paling lambat, 30 menit sejak merebahkan badan di atas tempat tidur, harus sudah terlelap. Pengidap insomnia punya masalah dengan hal ini, sehingga butuh waktu sangat lama sebelum bisa benar-benar tidur.
3. Tidak sering terbangun
Foto: thinkstock
|
Terbangun di tengah tidur adalah hal yang wajar, namun seharusnya tidak terlalu sering jika memang tidurnya berkualitas. NSF menyebut idealnya seseorang tidak terbangun lebih dari sekali selama tidur malam. Faktor lingkungan termasuk salah satu yang bisa memunculkan gangguan terkait kriteria ini.
4. Kalaupun terbangun cuma sebentar
Foto: admn
|
Ketika terbangun tengah malam, tidur yang berkualitas seharusnya tidak sulit untuk dilanjutkan kembali. Dalam waktu kurang dari 20 menit, seseorang sudah harus bisa kembali terlelap. Namun jika setelah itu tetap tidak bisa tidur hingga waktu yang lama, berarti tidur kurang berkualitas.
Banyak orang menghabiskan waktu lama di atas tempat tidur, tetapi tidak benar-benar tidur. Ada yang memainkan ponsel, melanjutkan pekerjaan yang belum beres, atau bahkan makan sambil nonton TV.
Menurut NSF, 85 persen waktu yang dihabiskan di atas tempat tidur harus benar-benar dialokasikan untuk tidur. Kurang dari itu, maka tidur jadi tidak berkualitas.
Masih berkaitan dengan kriteria pertama, tidur yang berkualitas tidak membutuhkan 'intro' yang terlalu lama. Paling lambat, 30 menit sejak merebahkan badan di atas tempat tidur, harus sudah terlelap. Pengidap insomnia punya masalah dengan hal ini, sehingga butuh waktu sangat lama sebelum bisa benar-benar tidur.
Terbangun di tengah tidur adalah hal yang wajar, namun seharusnya tidak terlalu sering jika memang tidurnya berkualitas. NSF menyebut idealnya seseorang tidak terbangun lebih dari sekali selama tidur malam. Faktor lingkungan termasuk salah satu yang bisa memunculkan gangguan terkait kriteria ini.
Ketika terbangun tengah malam, tidur yang berkualitas seharusnya tidak sulit untuk dilanjutkan kembali. Dalam waktu kurang dari 20 menit, seseorang sudah harus bisa kembali terlelap. Namun jika setelah itu tetap tidak bisa tidur hingga waktu yang lama, berarti tidur kurang berkualitas.
(up/vit)